opini

Perjuangan Pancasila: Kisah Membangun Ideologi Nasional yang Kuat dan Merdeka

Selasa, 9 Mei 2023 | 22:59 WIB
Burung Garuda sebagai lambang dari Dasar Negara Indonesia. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

WartaPesona.com - Pancasila adalah ideologi negara Indonesia yang telah dijadikan dasar negara sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ideologi Pancasila ini memiliki nilai-nilai dasar yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pancasila memiliki arti lima prinsip atau lima dasar yang menjadi landasan negara dan juga dasar-dasar dari semua peraturan dan kebijakan negara Indonesia.

Pancasila sendiri memiliki arti dari bahasa Sanskerta, di mana "panca" artinya lima dan "sila" artinya prinsip.

Baca Juga: Keindahan Seni Rupa Indonesia: Mempelajari Karya-karya Indah dari Berbagai Zaman dan Daerah

Sehingga, Pancasila dapat diartikan sebagai lima prinsip dasar yang menjadi landasan negara Indonesia.

Hari lahirnya Pancasila diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Juni.

Pada hari tersebut, banyak masyarakat Indonesia yang mengenang sejarah perjuangan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sejarah perjuangan Pancasila dimulai pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia.

Di saat itu, rakyat Indonesia merasa tertindas dan tidak memiliki hak yang sama di negeri sendiri.

Mereka pun merasa kesulitan untuk mempertahankan adat istiadat dan budaya mereka.

Oleh karena itu, para pemuda Indonesia mulai memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mencari ideologi yang dapat dijadikan landasan negara Indonesia.

Pada tahun 1926, diadakanlah Kongres Pemuda II di Surabaya.

Kongres ini dihadiri oleh banyak pemuda dari seluruh Indonesia, dan salah satu hasilnya adalah terbentuknya organisasi pemuda bernama Jong Java.

Organisasi ini kemudian membentuk komite untuk menyusun dasar negara Indonesia.

Pada tanggal 22 Oktober 1928, Jong Java menyelenggarakan Kongres Pemuda III di Jakarta, yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Pada Sumpah Pemuda, pemuda Indonesia menyatakan tekad untuk bersatu dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Menjelajahi Sejarah Kesenian Tradisional Indonesia

Mereka juga menyatakan bahwa bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi negara. Namun, pada saat itu belum ada kesepakatan tentang dasar negara Indonesia yang akan digunakan.

Barulah pada tahun 1945, setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, terbentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang kemudian menjadi Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

BPUPKI kemudian membentuk sebuah komite untuk menyusun dasar negara Indonesia. Komite ini terdiri dari sembilan orang, yang kemudian dikenal sebagai Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan kemudian menyusun naskah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kelima prinsip inilah yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945, di mana naskah dasar negara Indonesia yang berisi Pancasila ditandatangani oleh para anggota BPUPKI.

Dengan demikian, Pancasila resmi dijadikan sebagai dasar negara Indonesia.

Setelah Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia, Indonesia mengalami masa transisi yang sulit.

Selama masa transisi tersebut, Pancasila dipertahankan sebagai dasar negara meskipun sempat terjadi pergeseran ideologi pada masa pemerintahan Soekarno.

Baca Juga: KTT ASEAN 2023 Mulai Digelar Selasa Ini di Labuan Bajo, Ini yang Akan Dilakukan Indonesia

Meskipun begitu, Pancasila selalu menjadi dasar negara Indonesia yang utama dan tidak pernah digantikan oleh ideologi lain.

Pada masa Orde Baru, Pancasila dijadikan sebagai satu-satunya ideologi yang boleh digunakan oleh partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Hal ini membuat Pancasila semakin kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pada akhirnya, Pancasila berhasil mempertahankan keutuhan dan kestabilan negara Indonesia selama puluhan tahun.

Nilai-nilai Pancasila juga menjadi landasan moral yang kuat bagi masyarakat Indonesia.

Pancasila mengajarkan nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, kesetaraan, persatuan, dan persaudaraan, yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan politik di Indonesia.

Hari lahirnya Pancasila, yaitu tanggal 1 Juni, diperingati setiap tahun sebagai hari penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Hari tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menetapkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Pancasila, pemerintah Indonesia selalu mengadakan berbagai kegiatan dan acara.

Baca Juga: Pancasila: Sejarah, Prinsip, dan Peran Pentingnya sebagai Ideologi Negara Indonesia

Selain itu, banyak masyarakat Indonesia yang juga mengadakan kegiatan seperti upacara bendera, diskusi, seminar, dan kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap nilai-nilai Pancasila.

Secara keseluruhan, Pancasila merupakan ideologi yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila yang berlandaskan pada agama, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, telah membentuk identitas bangsa Indonesia yang unik dan berbeda dari bangsa lain.

Oleh karena itu, Pancasila harus terus dijaga, diapresiasi, dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam kehidupan politik di Indonesia. *** (FA)

Penulis: WartaPesona.com

Tags

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB