Mengalami trauma ini lagi dapat memicu perasaan ragu-ragu, menyalahkan diri sendiri, dan tidak berharga yang sudah dikenal dan menghasilkan pola perilaku yang menjadi ciri Stockholm Syndrome.
Perasaan putus asa juga adalah alasan adanya Stockholm Syndrome di tempat kerja.
Seringkali (tidak selalu) pelaku kekerasan berada di atas hierarki perusahaan.
Perbedaan status ini dapat membuat karyawan merasa tidak berdaya dan rentan.
Jadi, alih-alih menantang dan melaporkan pelecehan mereka, mereka menemukan cara untuk membenarkan (dan menerimanya). *** (NAZ)
Penulis: Niken Ayu Zahra