gaya-hidup

Kenali Susu UHT yang tak perlu didinginkan, benarkah lebih sehat dari susu segar?

Rabu, 10 Juli 2024 | 14:26 WIB
Ilustrasi Susu UHT (ultra high temperature). (KamranAydinov/freepik.com)

WartaPesona.com - Susu UHT mendadak jadi perhatian karena sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan marah-marah di sebuah minimarket viral di media sosial (medsos).

Dalam video viral di medsos tersebut perempuan itu marah karena Susu UHT yang akan dibelinya tidak didinginkan atau tidak disimpan di dalam kulkas.

Gara-gara video itu viral di medsos, banyak di antara netizen seakan tergerak ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya Susu UHT?

Haruskah Susu UHT didinginkan atau disimpan dalam kulkas untuk menjamin kualitasnya? Apa perbedaannya dengan susu segar dan lainnya seperti susu pasteurisasi?

Segudang pertanyaan itu turut menjadi perhatian, karena tak sedikit netizen kurang memahami jenis-jenis susu yang dijual bebas di pasaran.

Susu UHT dan lainnya memang bukan barang baru. Namun, seringkali netizen tak begitu ambil pusing dengan arti dan makna dari istilah sebuah produk.

Tidak jarang netizen baru menyadari pentingnya mengetahui jika sudah menjadi perhatian luas, seperti halnya Susu UHT yang sedang viral di medsos.

Susu UHT sebenarnya adalah susu olahan yang punya perbedaan dengan susu pasteurisasi, atau susu segar yang baru saja diperah dari sapi.

Istilah UHT adalah akronim dari Ultra High Temperature. Istilah ini merujuk pada proses pengolahan susu, yaitu dengan pemanasan suhu tinggi. Dalam proses pemanasan suhu tinggi sekitar 135-150 derajat Celcius ini hanya berlangsung sekitar 2-3 detik.

Pemanasan pada proses pengolahan Susu UHT ini dilakukan untuk mematikan bakteri-bakteri jahat yang terdapat pada susu segar. Proses canggih ini tak tidak mengurangi kandungan nutrisi dan manfaat susu yang terkandung di dalamnya.

Sebaliknya, dengan proses pemanasan itu justru mencegah kerusakan nilai gizi susu, warna, dan aroma seperti aslinya. Selain itu juga menjadi lebih tahan lama tanpa bahan pengawet, bahkan tak perlu disimpan di ruang pendingin atau kulkas.

Sebuah penelitian bahkan mengklaim metode UHT ini mampu memperpanjang umur simpan susu hingga 6-12 minggu dalam kemasan, dan 5 hari setelah kemasan dibuka.

Sementara itu, susu pasteurisasi hanya dapat bertahan selama 4-5 jam dalam suhu ruangan. Jika disimpan lebih dari 6 jam dalam suhu ruangan, kandungan nutrisi bisa rusak. Dan, dalam keadaan kemasan sudah terbuka, susu pasteurisasi hanya bisa bertahan selama 3 hari.Karena itu, susu pasteurisasi perlu disimpan ke dalam kulkas.

Susu UHT diklaim lebih steril dari susu pasteurisasi. Apalagi, dari susu segar yang dikhawatirkan masih mengandung bakteri karena proses pemanasan yang kurang maksimal. ***(KKO)

Tags

Terkini