WartaPesona.com - Tanaman hanjeli selain kaya gizi dan manfaat juga bisa tumbuh di semua jenis lahan dan ketinggian.
Tanaman hanjeli ini bahkan bisa tumbuh di lahan berpasir, tanah liat, masam, netral dan basa, bahkan di daerah dengan suhu rendah.
Kelebihan dari tanaman hanjeli ini adalah mampu beradaptasi di segala cuaca, termasuk di lahan marginal.
Baca Juga: Sabut kelapa jangan dibuang, bisa dibuat pupuk organik cair, cocok untuk tanaman buah
Selain itu juga tahan terhadap kekeringan, tahan serangan hama penyakit, dan bisa dipanen beberapa kali setelah dipangkas atau diratoon.
Namun demikian, tanaman hanjeli umumnya membutuhkan tanah yang lembap dengan curah hujan dan sinar matahari yang cukup.
Di Indonesia yang beriklim tropis, tanaman hanjeli bisa tumbuh pula di sekitar rawa-rawa dan sungai.
Baca Juga: Jagung alternatif pengganti beras, kandungan protein lebih tinggi, baik untuk penderita diabetes
Sementara itu ada 4 jenis tanaman hanjeli yang selama ini dikenal masyarakat di Jawa.
Keempat jenis itu adalah varietas Agrotis atau hanjeli batu, Varietas Mayuen, serta varietas Palustris, dan Aquatica hanjeli yang tumbuh di tempat-tempat yang basah.
Hanjeli yang punya biji yang keras dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan adalah varietas Agrotis.
Sedangkan hanjeli yang digunakan sebagai bahan pangan adalah varietas Mayuen atau pulut.
Baca Juga: Tips WhatsApp Business untuk memperluas pasar dan potensi penjualan, tak cukup buat katalog produk
Kulit biji hanjeli pulut ini tidak terlalu keras, mudah dipecah, dan bisa dibuat menjadi tepung.