Meski beracun dan berbahaya, buah kecubung punya manfaat kesehatan, simak ulasannya berikut ini

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 11 Juli 2024 | 16:29 WIB
Tanaman buah kecubung yang berbahaya, namun juga punya manfaat kesehatan.  (pustaka.setjen.pertanian.go.id)
Tanaman buah kecubung yang berbahaya, namun juga punya manfaat kesehatan. (pustaka.setjen.pertanian.go.id)

Skopolamin

Skopolamin juga merupakan senyawa antikolinergik yang bisa menyebabkan efek psikotropika, termasuk halusinasi, gangguan keseimbangan, dan delirium.

Hiosiamin

Senyawa antikolinergik lainnya pada kecubung yang juga bisa menyebabkan gangguan saraf dan efek psikotropika.

Selain ketiga kandungan senyawa tersebut, buah kecubung juga mengandung alkaloid lain yang jumlahnya bervariasi. Kandungan alkaloid inilah yang punya efek beracun pada sistem saraf dan organ dalam.

Buah kecubung ini juga mengandung beberapa glikosida, yang bisa menyebabkan efek beracun pada jantung dan sistem saraf.

Kandungan lain pada buah kecubung juga disebutkan bisa berkontribusi pada efek toksik dan psikotropika.

Namun demikian, dengan berbagai kandungan senyawa yang memabukkan dan mematikan itu tanaman kecubung juga punya banyak manfaatkan kesehatan. Di antaranya bisa menyembuhkan kulit bengkak, kuping kopok, sembelit, dan banyak lagi.

Berikut ini cara menggunakan tanaman kecubung untuk pengobatan beberapa penyakit:.

Menyembuhkan Kulit Bengkak

Untuk mengatasi kulit bengkak ini gunakan daun kecubung segar dicampur minyak kelapa, kemudian dipanggang dan diremas, dan tempelkan pada kulit yang bengkak.

Perawatan Kuping Kopok

Tumbuk halus isi buah kecubung, campur dengan minyak zaitun atau kelapa, lalu panaskan sesaat. Cairan ini bisa dimanfaatkan untuk menetesi kuping yang bermasalah atau kopok.

Mengatasi Sembelit

Daun kecubung yang bisa menyembuhkan sembelit. Caranya, remas-remas daun kecubung itu dan tempelkan pada perut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X