5 Hadits tentang Anjuran dan Keutamaan Puasa Muharram

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 23:04 WIB
Puasa dari Senin hingga Kamis mengurangi kemungkinan masuknya racun ke dalam tubuh seseorang. Selain itu, kalori tidak masuk ke dalam tubuh, memungkinkan enzim antioksidan untuk mendetoksifikasi racun dan karsinogen sebelum mengeluarkannya keluar. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)
Puasa dari Senin hingga Kamis mengurangi kemungkinan masuknya racun ke dalam tubuh seseorang. Selain itu, kalori tidak masuk ke dalam tubuh, memungkinkan enzim antioksidan untuk mendetoksifikasi racun dan karsinogen sebelum mengeluarkannya keluar. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)



WartaPesona.com
- Menyambut tahun baru Hijriah 1 Muharram 1446 H, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram. Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai Asyhurul Hurum, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan puasa di bulan ini melalui beberapa hadits yang beliau sampaikan. Berikut ini, dikutip dari NU Online yang merangkum lima hadits yang menyoroti pentingnya dan keutamaan puasa di bulan Muharram.

Dalam tulisan berjudul "Panduan Puasa Muharram: Tata Cara, Hukum, dan Keutamaannya" yang dilansir oleh NU Online, berikut adalah lima hadits yang menjelaskan kesunnahan dan keistimewaan puasa di bulan Muharram.

Baca Juga: LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1446 H Jatuh pada Senin, 8 Juli 2024. Jadi Puasa 1 Muharram 2024 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Puasa Sunnah yang Paling Utama Setelah Ramadhan

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Keutamaan Puasa di Bulan Suci

Dari al-Bahili, ia berkata:
"Aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata: 'Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu tahun lalu.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Mengapa tubuhmu tampak lemah?’ Al-Bahili menjawab: ‘Aku tidak makan di siang hari, hanya makan di malam hari.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu?’ Aku menjawab: ‘Aku mampu, wahai Rasulullah.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, serta puasalah di bulan-bulan suci.’” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya).

Baca Juga: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha, Berikut Panduannya

Sehari Puasa Muharram Setara 30 Hari Puasa

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan barangsiapa berpuasa sehari di bulan Muharram maka baginya pahala puasa 30 hari.” (HR at-Thabarani dalam al-Mu’jamus Shaghir. Hadits ini dianggap gharîb namun sanadnya tidak bermasalah).

Baca Juga: Ide Menu Camilan Buka Puasa yang Mudah Dibuat, Tinggi Protein dan Tidak Mengandung Minyak Sama Sekali, Berikut Resepnya!

Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada hari Asyura menghapus dosa setahun yang telah lewat.” (HR Muslim).

Puasa Tanggal 9 dan 11 Muharram sebagai Pembeda dari Yahudi
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Berpuasalah kalian pada hari Asyura dan bedakanlah diri kalian dari kaum Yahudi, dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR Ahmad). ***(SA)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X