LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1446 H Jatuh pada Senin, 8 Juli 2024. Jadi Puasa 1 Muharram 2024 Jatuh pada Tanggal Berapa?

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 22:35 WIB
Artikel ini membahas pentingnya mempelajari dan memahami isi dari surah Al-Ikhlas dalam Islam. | wartapesona.com (Foto : Freepik)
Artikel ini membahas pentingnya mempelajari dan memahami isi dari surah Al-Ikhlas dalam Islam. | wartapesona.com (Foto : Freepik)


WartaPesona.com
- Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Muharram 1446 H akan dimulai pada Senin (8/7/2024) atau sejak Ahad (7/7/2024) malam.

"Bulan Muharram 1446 H dimulai pada Senin Legi, 8 Juli 2024 M (mulai Ahad malam) berdasarkan istikmal (menggenapkan bulan sebelumnya menjadi 30 hari)," demikian tercantum dalam Pengumuman Nomor: 045l6/LF–PBNU/VII/2024 yang dirilis pada Ahad (6/7/2024).

Keputusan ini dibuat berdasarkan metode istikmal karena tidak ada laporan penglihatan hilal pada 29 Dzulhijjah 1445 H atau Sabtu, 6 Juli 2024 M, seperti dikutip dari laman NU Online.

Baca Juga: Teknologi untuk Pendidikan Islam: Mempermudah Akses Ilmu Pengetahuan Agama

"Pelaksanaan rukyatul hilal pada Sabtu Wage, 29 Dzulhijjah 1445 H / 6 Juli 2024 M telah dilaporkan. Semua lokasi yang berpartisipasi melaporkan tidak melihat hilal," tulis pengumuman tersebut.

LF PBNU mengapresiasi partisipasi Nahdliyin dalam kegiatan rukyatul hilal ini dan meminta semua jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia untuk menyebarkan informasi ini.

"Diharapkan semua pihak aktif menyebarluaskan pengumuman awal bulan Muharram 1446 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, terutama para pengurus di wilayah dan cabang masing-masing," lanjut pengumuman tersebut.

Baca Juga: Masjid Baiturrahim Menyelenggarakan Santunan Anak Yatim dalam Rangka 1 Muharram bersama Ustadz Kasif Heer

Sebagai informasi tambahan, hilal akhir Dzulhijjah 1445 H bertepatan dengan Sabtu Wage, Juli 2024 M memiliki ketinggian 4 derajat 10 menit 04 detik dengan elongasi 7 derajat 43 menit 48 detik dan berada di atas ufuk selama 20 menit 25 detik. Konjungsi (ijtima) terjadi pada Sabtu Wage, 6 Juli 2024 M pukul 05:56:58 WIB.

Posisi hilal berada di 27 derajat 33 menit 14 detik utara titik barat dengan posisi 4 derajat 54 menit 33 detik utara Matahari dan miring ke utara. Saat matahari terbenam, berada di 22 derajat 38 menit 41 detik utara titik barat.

Data ini berdasarkan markaz Jakarta di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Perhitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri yang khas dari Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Mengangkat Pulau Penyengat sebagai Pusat Studi Budaya Melayu Islam Global

Hilal terendah teramati di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan ketinggian 2 derajat 56 menit dan elongasi 6 derajat 54 menit, serta berada di atas ufuk selama 14 menit 42 detik.

Sementara itu, hilal tertinggi terlihat di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh dengan ketinggian 5 derajat 33 menit, elongasi 8 derajat 09 menit, dan berada di atas ufuk selama 25 menit 46 detik.

Data ini menunjukkan bahwa hilal sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah (kecuali di Merauke) karena ketinggiannya melebihi 3 derajat dan elongasinya lebih dari 6,4 derajat.

Maka berdasarkan mengikuti keputusan LF PBNU maka puasa 1 Muharram 2024 jatuh pada tanggal 8 Juli 2024 pada hari Senin, yang sebelumnya pemerintah telah mengumumkan 1 Muharram jatuh pada tanggal 7 Juli 2024 pada hari Minggu. ***(SA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X