WartaPesona.com – Simak berikut tata cara sholat dhuha yang dilengkapi dengan bacaan niat dan arti terjemahan bahasa Indonesia.Di bulan Ramadhan ini, umat muslim juga melaksanakan ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan, seperti melaksanakan ibadah dhuha.
Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah 2 atau maksimal 12 rakaat, yang dimulai sekitar 7 hasta atau pukul 07.00 hingga menjelang shalat Dhuhur.Keutamaan sholat sunnah ini, diberikan ampunan dosa, bukan golongan orang lalai, dhuha sebagai sedekah, kebutuhannya akan dicukupi, mendapatkan rumah di surga kelak, dapat mendatangkan pahala yang setara dengan haji dan umroh.
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Mempersiapkan Diri Menghadapi Bencana Alam
Tata cara shalat Dhuha diawali dengan membaca niat terlebih dahulu, setelah itu membaca takbiratul ihram dengan mengucap ‘Allahu akbar’.
Niat shalat dhuha:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”
Tata cara shalat dhuha:
- Setelah niat dan takbiratul ihram, kemudian membaca surat Al-Fatihah
- Kemudian, dilanjutkan dengan membaca surat-surat dalam al-quran.
- Rukuk
- Membaca doa I'tidal
- Membaca doa Sujud pertama
- Membaca doa diantara dua sujud
- Membaca doa sujud kedua
- Duduk istirahat sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua
- Melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Al-Fatihah dan surat kedua Ad-Dhuha, hingga sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir
- Salam pada rakaat kedua
Baca Juga: 5 Tahapan Cinta Menurut Psikolog, Kebanyakan Orang Berhenti Di 3. Jadi, Masih Ragu Sama Dia?
Setelah selesai sholat Dhuha, kamu dapat membaca doa di bawah ini:
وَالقُدْرَةَ قُوَّتُكَ وَالقُوَّةَ جَمَالُكَ اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
"Allahumma innad dhuha’a dhuha’uka, wal baha’a baha’uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama’i, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kaana haraaman, fathahhirhu. Wa in kana ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuha’ika, wa baha’ika, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudratika. Atini ma ataita ‘ibaadakas shalihin.”
Artinya: “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahanmu. Hanya ada kekuatanmu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu.”
Artikel Terkait
Ramadhan dan Generasi Milenial: Mengajak Kaum Muda untuk Lebih Dekat dengan Agama
Menyambut Lailatul Qadar: Persiapan dan Amalan yang Dianjurkan
Ramadhan dan Perdamaian: Menebar Toleransi dan Kebersamaan di Tengah Keberagaman