Melanin atau pigmen yang memberi warna alami pada kulit wajah yang lepas menyebabkan hiperpigmentasi kulit, atau menggelapnya warna kulit pada area tertentu.
Pelepasan melanin sebenarnya berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Namun pelepasan melanin yang terlalu sering dan terus-menerus menyebabkan timbulnya flek hitam.
Baca Juga: Juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said: Koalisi Perubahan Masih Buka Pintu untuk Partai Demokrat
Polusi udara juga bisa memicu reaksi alergi pada orang yang punya riwayat alergi. Ini bisa terjadi karena debu dan asap merupakan alergen atau zat pemicu alergi.
Selain memicu reaksi alergi, polusi udara juga bisa memperparah gejala psoriasis, eksim, atau dermatitis.
Akibat dari polusi udara yang berlangsung lama juga bisa menyebabkan penuaan dini lebih cepat.
Penuaan dini ditandai dengan kulit wajah kusam, kering, dan keriput.
Selain polusi udara, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh paparan sinar UV secara berlebihan.
sementara itu dampak paling berbahaya dari polusi udara adalah munculnya kanker kulit.
Hal tersebut mungkin terjadi ketika kulit wajah terlalu sering menyerap berbagai senyawa berbahaya yang terkandung di dalam polusi udara.
Jika kondisi tersebut berlangsung lama, risiko terjadinya kanker kulit akan meningkat.
Bahaya kanker kulit selain karena polusi udara, juga bisa disebabkan oleh paparan sinar UV dari matahari secara berlebihan. ***
Artikel Terkait
Begini langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta, singgung kemungkinan Work from Home
Bukan polusi udara, Presiden Jokowi sebut polusi budaya di Pidato Kenegaraan 2023, apa itu?
BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Atasi polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI mulai terapkan WFH, tilang emisi masih dikaji
Kasus ISPA di Jabodetabek terus meningkat gegara polusi udara, di DKI 100.000 kasus per bulan
Atasi polusi udara di Jakarta, Pemda DKI dan BUMN upayakan bangun jaringan pipa gas