WartaPesona.com - Di tengah situasi tersebut, dukungan datang dari berbagai kalangan, termasuk dari industri perfilman Tanah Air.
Film TIMUR menjadi salah satu pihak yang menunjukkan kepedulian nyata dengan menyatakan akan menyalurkan sebagian keuntungan penjualan tiket bioskop untuk membantu korban bencana di Sumatera.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Raffi Ahmad melalui unggahan di media sosialnya pada Minggu, 21 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, Raffi menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini terinspirasi dari pesan moral yang diangkat dalam film TIMUR, yakni tentang kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas sesama anak bangsa.
“Musibah datang untuk menguji, namun rasa kebersamaan dan persaudaraanlah yang menjawab semuanya,” ujar Raffi Ahmad dalam pernyataannya.
Baca Juga: Perjuangan Panjang Warga Tapanuli Tengah, Tempuh 9 Jam Jalan Kaki Panggul Sembako
Wujud Nyata Pesan Film TIMUR
Film TIMUR yang disutradarai oleh Iko Uwais mengisahkan sebuah misi penyelamatan yang awalnya bertujuan kemanusiaan, namun berujung menjadi medan konflik yang penuh tantangan.
Cerita berpusat pada Timur, seorang prajurit yang memimpin misi penyelamatan sandera di wilayah konflik.
Dalam perjalanan misi tersebut, Timur dan timnya tidak hanya harus menghadapi ancaman dari pihak luar, tetapi juga pergulatan batin serta beratnya tanggung jawab moral.
Misi kemanusiaan yang dijalankan perlahan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati di tanah yang memiliki ikatan emosional kuat dengan sang tokoh utama.
Film ini menyuguhkan pesan mendalam tentang arti persaudaraan, pengorbanan, dan saling membantu, meski tidak memiliki hubungan darah.
Nilai-nilai itulah yang kemudian coba direalisasikan oleh para pembuat film TIMUR melalui aksi nyata di dunia nyata.
“Seperti pesan di film TIMUR, kita mungkin tidak sedarah, namun kita satu,” kata Raffi Ahmad menegaskan.
Baca Juga: “Rumah Kami Habis,” Kisah Haru Dua Bocah Desa Sipange Pascabanjir
Artikel Terkait
Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal
Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal
“Rumah Kami Habis,” Kisah Haru Dua Bocah Desa Sipange Pascabanjir
Perjuangan Panjang Warga Tapanuli Tengah, Tempuh 9 Jam Jalan Kaki Panggul Sembako