Saking pentingnya firma ini, pria yang akhirnya berganti nama menjadi Masagung ini mendirikan Gunung Agung Group. Kerajaan komersial Masagung meliputi PT Gunung Agung (toko buku dan penerbitan), PT Sari Agung (toko buku dan alat tulis), PT Inti Idayu Press (percetakan), PT Ayumas Gunung Agung (devisa), PT Windu Surya, dan PT Inter Delta ( Distributor Kodak), menurut Sam Setyautama.
Baca Juga: Yuk Ketahui; Inilah 5 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Ibu Hamil
Gunung Agung berani melantai di Bursa Efek Jakarta pada 1991, setahun setelah Masagung meninggal dunia pada 24 September 1990 karena kehebatannya.*** (NAZ)
Penulis : Niken Ayu Zahra