WartaPesona.com- Investasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Investasi bertujuan untuk menyiapkan masa depan. Konsep utama investasi adalah "jangka panjang".
Umumnya, investor mengharapkan dana yang mereka investasikan untuk mulai menghasilkan keuntungan setelah sekitar 3-5 tahun. Lalu mengapa? Hal ini dikarenakan Fluktuasi harga tidak dapat diprediksi secara akurat berdasarkan tren, misalnya dalam investasi di pasar modal.
Namun, nilai saham, obligasi, dan reksa dana cenderung meningkat setiap tahunnya. Berinvestasi tidak hanya dilakukan hanya melalui berbagai produk di pasar modal saja. Anda juga bisa berinvestasi di properti emas atau bahkan real estate yang hanya memberikan margin keuntungan besar jika Anda memilikinya selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Danau Limboto: Keindahan Alam yang Memikat di Sulawesi Tengah
Pemilihan produk investasi berisiko rendah sangat cocok untuk pemula atau investor yang takut mengambil risiko besar. Saat ini, investasi telah menjadi cara yang populer untuk meningkatkan kekayaan dan kekayaan bisnis.
Hingga saat ini, investor pemula dapat memilih banyak investasi berisiko rendah. Bahkan di antaranya, beberapa jenis investasi hanya membutuhkan modal Rp 100.000.
Tentu saja, ketika investor mulai berinvestasi dengan risiko minimal, mereka dapat berinvestasi secara bertahap dan mempelajari cara kerja investasi dan risiko lainnya. Ini memungkinkan untuk memilih dari beberapa jenis produk investasi dengan risiko kecil, sebagai berikut:
Baca Juga: 8 Teknologi Baru di Industri Otomotif yang Akan Mengubah Masa Depan Berkendara
1. Logam Mulia.
Investasi logam mulia (LM) banyak diminati, terutama di kalangan investor yang ingin berinvestasi secara fleksibel. Logam mulia tersedia dalam berbagai ukuran, dari yang terbesar 100 g hingga yang terkecil 0,5 g.
Dapat dikatakan investasi emas (LM) merupakan modal yang relatif kecil yaitu hanya ratusan ribu rupiah. Keuntungannya adalah logam mulia termasuk dalam kategori aset stabil harga dan harganya meningkat seiring waktu.
2. Deposito.
Investasi deposito semacam ini tergolong investasi berisiko rendah dan banyak diminati di kalangan generasi milenial. Deposito biasanya memiliki tingkat bunga stabil yang bervariasi antara 5% dan 8%.
3. Obligasi
Obligasi yang diterbitkan pemerintah, atau ORI (Obligasi Pemerintah Ritel), adalah pilihan investasi dengan risiko terendah berikutnya. Pemerintah Indonesia secara rutin menerbitkan ORI ataupun sukuk serta SBR. Instrumen ini ditawarkan kepada perorangan atau warga negara Indonesia melalui distributor di pasar perdana.
4. Pinjaman P2P.
Baca Juga: 8 Teknologi Baru di Industri Otomotif yang Akan Mengubah Masa Depan Berkendara
Saat ini investasi yang marak dan banyak dicari adalah pinjaman P2P (peer-to-peer lending).
Investasi ini memungkinkan Anda berinvestasi dengan modal yang relatif kecil, mulai dari Rp 100.000. Kemudian, dalam pinjaman P2P ini, Anda berperan sebagai pihak yang meminjamkan modal kepada pihak lain, seperti UKM (usaha kecil dan menengah).
Artikel Terkait
Sukses Dalam Bisnis Digital : Bisnis Digital dan Perubahan Pola Konsumen di Era Digital
5 Kisah Sukses Pebisnis Indonesia yang Menginspirasi
Perjalanan Kisah Sukses Jack Ma, Pendiri Alibaba Group
Investor Millenial Mengalami Pertumbuhan di Pasar Modal Indonesia
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Omset Bisnis, Wajib Dilakukan Sebelum Memulai!
Mengoptimalkan Potensi Pasar Digital: Mengapa Marketplace Adalah Pilihan Tepat bagi Penjual Online
Kisah Sukses Mark Zuckerberg: Membangun Facebook dari Nol
Kisah Sukses Pendiri Gojek: Melawan Segala Kendala dan Berhasil Menjadi Perusahaan Unicorn
Inovasi Bisnis dengan Pendekatan Design Thinking
Simak: Tips Cerdas Menghindari Rayuan Investasi Bodong