Beberapa Tips Dari Pemilik Usaha Kecil yang Sukses: Nomer 3 Sangat Penting!

photo author
Tim Warta Pesona 02, Warta Pesona
- Minggu, 14 Mei 2023 | 22:38 WIB
Koneksi atau jaringan adalah tentang berinteraksi dan terlibat dengan orang-orang untuk saling menguntungkan. Jika kamu  menghadapi tantangan dalam bisnismu, jaringan yang kamu punya mungkin dapat memberikan saran dan dapat membuat bisnismu sukses. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)
Koneksi atau jaringan adalah tentang berinteraksi dan terlibat dengan orang-orang untuk saling menguntungkan. Jika kamu menghadapi tantangan dalam bisnismu, jaringan yang kamu punya mungkin dapat memberikan saran dan dapat membuat bisnismu sukses. | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

WartaPesona.com - Selama bertahun-tahun menjalankan bisnis kecil, pemilik pasti mengumpulkan banyak pelajaran tentang bagaimana mengembangkan dan menjalankan bisnis dengan lebih efektif.

Untungnya, banyak dari pemilik ini dengan senang hati membagikan saran bisnis mereka.

Berikut adalah tujuh tips bisnis dari beberapa pemilik usaha kecil sukses yang patut diperhatikan:

1. Bangun Koneksi yang Mendukung

Menjadi pemilik bisnis terkadang bisa menjadi pengalaman yang menyendiri, terutama jika kamu seorang pemilik bisnis tunggal, kamu dapat kehilangan kontak dengan pemilik bisnis lain.

Baca Juga: Strategi Marketing Efektif : Meningkatkan Penjualan Produk melalui Instagram

Solusinya dengan tetap berjejaring di komunitas bisnis yang lebih besar.

Itu berarti bertemu dengan pelatih bisnis pribadinya selama satu jam setiap empat minggu.

Pelatih telah membantunya menemukan solusi untuk masalah dan bekerja melalui keputusan sulit dengan bisnismu.

Kamupun dapat bergabung du berbagai grup yang dapat mendukungmu di dalam menjalankan bisnis kecil ini, kamu dapat berbagi pandangan serta berbagi koneksi bersama, siapa tahu untuk kedepannya kamu dapat menjalin kerja sama antar bisnis agar bisnismu dapat berkembang dengan pesat.

Baca Juga: Tips dan Trik Untuk Membangun Karir di Bidang Manajemen

2. Menabung Sebagai Langkah Awal

Butuh waktu berbulan-bulan, dan bahkan bertahun-tahun, agar bisnis apa pun menjadi menguntungkan secara andal.

Pemberi pinjaman mungkin enggan membiayai start-up karena tidak ada sejarah kesuksesan.

Menabung sebanyak yang kamu bisa sambil mengembangkan model bisnismu, menulis rencana bisnismu, mencari ruang yang tepat, dan mengambil langkah tentatif pertama menuju kepemilikan bisnis.

Semakin banyak kamu dapat menabung, semakin baik peluangmu untuk bertahan di bulan (atau tahun) pertama yang sulit untuk mencapai profitabilitas bisnis.

Beberapa pengusaha memperoleh hipotek kedua, atau memaksimalkan kartu kredit dan jalur kredit pribadi mereka.

Baca Juga: Bisnis Digital Setelah Masa Pandemi: Tren dan Peluang yang Harus Diambil

Ini adalah pilihan pribadi, tentu saja, tetapi menggunakan aset pribadi untuk membiayai bisnis membuat rumah dan kelayakan kreditmu dalam risiko – sesuatu yang perlu diingat saat kamu bergerak maju.

1. Buat Rancangan Bisnismu

Buat rencana bisnis berdasarkan realitas segmen pasar, demografis, pendanaan awal, dan biaya operasional bisnismu, dan tentukan kapan kamu dapat mengharapkan untuk mulai melihat arus kas positif.

Sekali lagi, butuh waktu berbulan-bulan, atau bertahun-tahun, untuk menghasilkan keuntungan.

Rencana bisnis – peta jalanmu menuju sukses – dapat membantu mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan yang sangat penting ini.

2. Mulailah Mengisi Bagian yang Kosong

Saat memulai bisnis, mengisi kekosongan membutuhkan penelitian.

Siapa yang akan memasok bahan baku atau barang jadi?

Siapa yang akan menjawab telepon?

Siapa yang akan mengemas pesanan dan membawanya ke kantor pos setiap hari?

Di mana orang akan duduk? Dan bekerja?

Kembangkan jadwal untuk uji coba hipotetis, "di atas kertas, 30 hari".

Baca Juga: Membangun Bisnis yang Sukses dengan UMKM

Peralatan apa yang akan kamu butuhkan? Layanan apa? Gerbang pembayaran? Semakin banyak kekosongan yang kamu isi untuk jangka pendek, semakin besar kemungkinan keberhasilan bisnis jangka panjang.

3. Pekerjakan Orang yang Dapat Bekerja Sama

Jika kamu memang membutuhkan staf, pekerjakan orang yang memiliki filosofi bisnis dan etos kerja sepertimu.

Mempekerjakan seseorang yang tidak diajak kerja sama dapat menyebabkan masalah - masalah yang dapat memperlambat pertumbuhan bisnis dan mengurangi profitabilitas.

Baca Juga: Kamu Baru Mulai Bisnis Online? Ini Dia Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula!

Perhatikan juga bahwa biaya staf lebih dari sekadar gaji.

Pertimbangkan manfaat, yaitu, cakupan perawatan kesehatan, hari sakit, hari libur, rencana tabungan jangka panjang untuk karyawan, dan biaya lain yang dapat menambah 29,7% dari gaji yang diterima karyawan. *** (NAZ)

Penulis: Niken Ayu Zahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Penjualan Mobil Listrik Naik 80 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:04 WIB

Bisnismu Gitu-Gitu Aja ? Yuk Coba 7 Tips UMKM Ini!

Senin, 24 November 2025 | 10:36 WIB
X