WartaPesona.com- Lombok Tengah - Berada di Desa Wisata Sengkol, Lombok Tengah, adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang ingin menyelami kekayaan budaya dan tradisi Suku Sasak.
Di sini, pengunjung akan dikawani oleh pemandu yang memiliki koleksi kisah-kisah unik seputar tradisi dan adat masyarakat lokal.
Salah satu hal menarik yang dapat dipelajari adalah prosesi kawin culik, sebuah tradisi unik yang masih dilestarikan oleh Suku Sasak.
Baca Juga: Sandiaga Uno Bangga! Program Forwaparekraf Membangkitkan Sektor Parekraf
Tak hanya itu, pemandu juga akan menjelaskan tentang penggunaan kotoran kerbau yang dijadikan perekat lantai atau bangunan rumah asli, menunjukkan kekayaan pengetahuan mereka tentang bahan-bahan alami yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Desa adat ini memiliki lokasi yang strategis di pinggir jalan besar, dengan lanskap yang sedikit berbukit, dan jajaran rumah tradisional Sasak yang khas dengan atap alang-alang.
Di sini, para pengunjung dapat merasakan atmosfer asli desa adat yang masih dihuni oleh penduduk asli yang menjaga dan mempertahankan adat istiadat mereka.
Baca Juga: MenKopUKM jajaki kerja sama bisnis pengolahan hasil perikanan dengan Jepang
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Sengkol adalah Tari Kendang Belik, sebuah tarian tradisional yang digunakan untuk menyambut para tamu.
Tari Kendang Belik ini disuguhkan dengan penuh semangat oleh penduduk setempat, memberikan kesan yang mendalam bagi para pengunjung tentang keramahan dan kehangatan masyarakat Sasak.
Di desa ini, para kaum pria mayoritas masih mengenakan kain sarung, sementara para wanita mengenakan blus 'godeg nukik' dan bawahan berwarna hitam.
Meskipun begitu, semua penduduk sangat ramah dan penuh keramahan. Bahkan para nenek-nenek di desa ini tak ragu untuk memamerkan senyum sirihnya setiap kali pengunjung ingin berfoto bersama.
Mengunjungi Desa Wisata Sengkol adalah sebuah perjalanan yang menggugah hati dan menyenangkan bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang budaya dan adat Suku Sasak.
Di sini, kita bisa merasakan pesona kearifan lokal yang masih dijaga dan dilestarikan dengan bangga oleh masyarakatnya.***