berita

New Murabba Arab Saudi: Kota Masa Depan atau Khayalan? Bakal Jadi Pusat Pariwisata Baru yang Futuristik

Selasa, 21 Februari 2023 | 23:35 WIB
The Line dan Neom: Megaprojek Ambisius Arab Saudi Berlanjut dengan New Murabba | wartapesona.com (Foto : Public Investment Fund / pif.gov.sa)



WartaPesona.com -
Ini terlihat seperti kota dari film fiksi ilmiah: pod antariksa, naga terbang, dan batu-batu mengapung. Namun, ini adalah tempat kelahiran Islam, Arab Saudi, yang ingin mengubah ibu kotanya menjadi salah satu "kota paling layak huni di Bumi".

Kerajaan sedang membangun pusat kota baru di ibu kota Riyadh, demikian diumumkan oleh dana kekayaan berdaulatnya pada hari Jumat. Dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), proyek "New Murabba" (alun-alun baru) dimaksudkan untuk memperluas ibu kota sekitar 19 kilometer persegi (4.695 hektar) untuk menampung ratusan ribu penduduk.

Di pusat proyek terdapat "Mukaab," kubus setinggi 400 meter, lebar 400 meter, dan panjang 400 meter, cukup besar untuk memuat 20 bangunan Empire State. Menurut Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan berdaulat senilai $620 miliar yang dipimpin MBS, proyek ini menawarkan "pengalaman yang mendalam" dengan lanskap yang berubah dari luar angkasa menjadi pemandangan hijau. Proyek ini dijadwalkan selesai pada tahun 2030, melansir dari CNN.com.

Baca Juga: Dosen UII Hilang di Luar Negeri, Ini Tips Aman dan Nyaman Berpergian ke Luar Negeri

Teknologi holografik dimaksudkan untuk menawarkan "realitas baru" kepada konsumen saat mereka berbelanja dan makan. Bangunan ini juga mencakup fasilitas rekreasi serta hotel dan unit perumahan.

Arab Saudi, yang telah menjadi subjek berita buruk selama beberapa dekade karena pelanggaran hak asasi manusia, telah memulai proyek ambisius untuk mengubah perekonomiannya dari minyak dan menghilangkan citranya sebagai negara yang konservatif dan tertutup.

"Di masa lalu, Anda akan mendengar pembicaraan negatif tentang Arab Saudi yang terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia," kata Andreas Krieg, peneliti di King's College London Institute of Middle Eastern Studies. "Namun sekarang mereka mencoba mendorong narasi baru sebagai negara pengembangan dan sebagai negara yang dapat membangun kota-kota futuristik."

Baca Juga: Arab Saudi Terbitkan Layanan Terbaru, Visa Transit Empat Hari Tak Bisa untuk Haji Berikut Infonya

Namun, beberapa analis mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki persaingan serius dari Dubai dan ibu kota Qatar, Doha, yang telah mencoba selama beberapa dekade untuk menempatkan diri sebagai pusat pariwisata dan investasi regional.

"Menjadi kedua dalam perlombaan selalu menjadi tempat yang sulit untuk memulai ketika Anda ingin menjadi pemimpin," kata Simon Henderson, direktur program Kebijakan Teluk dan Energi di The Washington Institute. Dia menambahkan bahwa ini sangat sulit bagi Arab Saudi karena "mereka sudah menghabiskan beberapa dekade tidak menarik pengunjung asing non-Muslim."

Namun, beberapa orang telah mempertanyakan apakah proyek ini akan terwujud. Arab Saudi telah mengumumkan proyek mega serupa di masa lalu, namun pekerjaannya berjalan lambat.

Baca Juga: Haji Pintar Dapat Penghargaan Sebagai Aplikasi Haji Terbaik oleh Menteri Saudi, Simak Informasinya

Masa depan atau khayalan? Desain telah diungkap untuk kota satu bangunan yang membentang sepanjang 106 mil di Arab Saudi. Pada tahun 2021, MBS mengumumkan kota Neom masa depan senilai $500 miliar di bagian barat laut negara tersebut, dengan janji tentang pelayan robot, taksi terbang, dan bulan buatan raksasa. Dan tahun lalu, ia mengungkapkan kota linear raksasa, The Line, yang bertujuan membentang lebih dari 106 mil dan menampung 9 juta orang.

Kerajaan sudah memiliki rencana senilai $800 miliar untuk memperbesar ibu kota dalam dekade mendatang, serta mengubahnya menjadi pusat kebudayaan dan ekonomi untuk wilayah tersebut, menurut media Saudi.

"Dalam proyek-proyek ini semakin absurd dan futuristik, saya tidak bisa membantu tetapi membayangkan seberapa distopia semua yang mengelilingi mereka akan menjadi," tulis Dana Ahmed, seorang peneliti Teluk di Amnesty International, di Twitter.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB