berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mengunjungi Kota Jayapura Papua, Ada Apa?

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:13 WIB
Dedi Mulyadi (tampak punggung) disambut tokoh Papua.

WartaPesona.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat 29 Mei 2026 mengunjungi Kota Jayapura, Papua untuk menjadi pembicara di konferensi tahunan Analisis Papua Strategis (APS) 2026.

Dalam unggahan video di akun Instagram @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi sudah mengabarkan ke datangannya ke Papua ketika akan mendarat di Jayapura.

Lewat jendela pesawat yang memperlihatkan laut dan pegunungan, Dedi Mulyadi menyebut; “Pagi dalam aura surge di tanah Papua.”

Baca Juga: Tobat Nasional: Jalan Sunyi Selamatkan Bangsa dan Negara

Kedatangan Dedi Mulyadi ini langsung menarik perhatian warga dan peserta kegiatan yang berlangsung di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura.

Dedi Mulyadi datangke Papua didampingi pejabat teras dari Jawa Barat, termasuk Bupati Purwakarta Saepul Bahri.

Konferensi tahunan Analisis Papua Strategis 2026 membahas berbagai strategi percepatan pembangunan Papua, khususnya dalam sektor pengembangan sumber daya manusia.

Beberapa hari lalu, serombongan tokoh terdiri akademisi dan pendeta dari Papua datang ke rumah Gubernur Jawa Barat Dedi di Lembur Pakuan, Subang.

Baca Juga: Mendengar Pidato Prabowo dan Macron di Jamuan Makan Malam

Selain bertukar pikiran tentang pembangunan berbasis kearifan lokal, rombongan tokoh dari Aliansi Papua Strategis (APS) mengundang Dedi Mulyadi menjadi pembicara di konferensi tahunan APS di Jayapura, Papua.

Menurut mereka, Papua membutuhkan figur pemimpin yang bisa membangun daerah dengan pendekatan budaya berbasis kerakyatan.

Mereka menyebut Dedi Mulyadi mewakili karakter pemimpin yang mereka idam-idamkan di Papua.

Ketua Analisis Papua Strategis sekaligus akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, mengatakan bahwa pendekatan pembangunan di Papua membutuhkan strategi inovatif dan menyentuh akar budaya masyarakat.

Menurut Laus, pembangunan di Papua tidak cukup hanya memakai pendekatan keamanan maupun teknokrasi, tetapi juga harus memperhatikan nilai etnosains dan kebijaksanaan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB