WartaPesona.com – Kondisi akses penyeberangan yang memprihatinkan di Desa Kali Pasir–Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, viral di media sosial dan menuai keprihatinan publik.
Video yang pertama kali diunggah akun TikTok @president_angler_liar memperlihatkan keseharian warga, termasuk anak-anak sekolah, yang harus menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit kayu sederhana.
Rakit tersebut digunakan secara bergantian untuk mengangkut warga sekaligus sepeda motor menuju sekolah, tempat kerja, maupun pusat aktivitas lainnya.
Rakit Kayu Jadi Andalan Warga Sehari-hari
Dalam rekaman video yang beredar, tampak puluhan sepeda motor dijejerkan rapat di atas rakit kayu tanpa pengaman memadai.
Anak-anak sekolah terlihat duduk berhimpitan di antara kendaraan, sementara pengemudi rakit terus mengingatkan agar penumpang tetap seimbang.
Disebutkan, rakit tersebut hanya mampu mengangkut maksimal sekitar 20 sepeda motor sekali jalan.
Namun, kondisi darurat dan keterbatasan akses membuat warga kerap memaksakan kapasitas demi mengejar waktu, terutama pada jam berangkat sekolah dan bekerja.
“Ditata motornya yang rapi, pelan-pelan. Kalau nggak muat jangan dipaksakan. Ini sudah mengerikan, sudah penuh,” ujar perekam video, dikutip Senin, 2 Februari 2026.
Pemandangan antrean panjang setiap pagi disebut sudah menjadi hal lumrah bagi warga setempat.
Anak-anak sekolah harus menunggu giliran menyeberang, bahkan terkadang terlambat masuk kelas akibat terbatasnya kapasitas rakit.
“Prihatin ya, pemandangan setiap hari. Anak-anak ini masa depannya bangsa, tapi setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan,” lanjut perekam video.
Baca Juga: Soroti Longsor Cisarua, Pegiat Lingkungan Sebut Alih Fungsi Lahan Bukan Satu-satunya Penyebab
Tak Ada Alat Keselamatan, Warga Cemas Risiko Kecelakaan