berita

Ekonom Prediksi Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Tekanan Rupiah

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:05 WIB
Ekonomi RI Diprediksi Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat - WartaPesona.com (Liputan6.com)

Baca Juga: Konsisten dari Menhan hingga Presiden, Prabowo Perjuangkan Kedaulatan Palestina

Kenaikan Yield SRBI Bukan Sinyal Pengetatan

Di tengah perhatian pasar terhadap kenaikan imbal hasil Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI),

BRI Danareksa menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dapat diartikan sebagai sinyal pengetatan kebijakan moneter.

Menurut laporan tersebut, peningkatan imbal hasil SRBI lebih merupakan bagian dari kalibrasi likuiditas dan penyesuaian 

suku bunga jangka pendek agar tetap selaras dengan kondisi risiko pasar dan dinamika permintaan–penawaran likuiditas.

“Kenaikan yield SRBI terbaru lebih mencerminkan sinyal dan penyesuaian posisi pasar, bukan pergeseran menuju kebijakan moneter yang lebih ketat,” tulis BRI Danareksa.

Penyesuaian besaran lelang SRBI juga dinilai sebagai bentuk fine tuning kebijakan untuk menyeimbangkan penyerapan likuiditas tanpa menghambat penyaluran kredit ke sektor riil.

Baca Juga: Isu Prabowo Abaikan Keamanan Palestina Terbantahkan, Begini Faktanya

Fundamental Perbankan Menguat

Dari sisi domestik, kondisi sektor perbankan menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pertumbuhan kredit per Desember 2025

tercatat mencapai 9,69 persen secara tahunan, meningkat dari 7,74 persen pada bulan sebelumnya.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa transmisi kebijakan moneter masih berjalan efektif dan mampu mendorong aktivitas ekonomi.

Likuiditas perbankan dinilai tetap memadai untuk mendukung ekspansi kredit, sejalan dengan target pertumbuhan kredit Bank Indonesia pada 2026 yang dipatok di kisaran 8–12 persen.

“Penyesuaian besaran lelang SRBI bertujuan menyeimbangkan penyerapan likuiditas dengan dukungan terhadap

pertumbuhan kredit, mencerminkan fine tuning kebijakan, bukan pengetatan,” jelas laporan tersebut.

BI Prioritaskan Stabilitas dan Pertumbuhan

BRI Danareksa menilai Bank Indonesia tetap menempatkan stabilitas makroekonomi sebagai prioritas utama, tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB