“Sempat terdengar suara ‘bum’ sekitar jam sebelas malam, kemudian kejadiannya jam dua dini hari,” ungkap sang ibu, sebagaimana dilansir dari akun Instagram @asarhumanity, Sabtu (24/1/2026).
Ia menuturkan, sebagian warga sempat menyelamatkan diri setelah menyadari adanya tanda-tanda bahaya.
Namun, banyak pula warga yang tidak sempat menyelamatkan diri karena rumah mereka langsung tertimbun material longsor.
“Ada warga yang sempat lari, tapi ada juga yang rumahnya langsung tertimbun. Yang langsung kejatuhan tanah tidak sempat menyelamatkan diri,” tuturnya dengan suara bergetar.
Baca Juga: Di Tengah Bencana Banjir, Anak-anak Bekasi Tetap Ceria Main Air Bak Wahana Rekreasi
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan
Bencana longsor ini turut mendapat perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi mengunggah video saat meninjau langsung lokasi bencana di Pasirlangu.
“Saat ini saya berada di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat,” ucap Dedi dalam unggahan tersebut, Sabtu (24/1/2026).
Dedi menyoroti kondisi kawasan di sekitar lokasi longsor yang menurutnya tidak lagi sesuai dengan fungsi ekologisnya.
Ia menduga telah terjadi alih fungsi lahan di wilayah tersebut.
“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air. Tetapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran,” tegas Dedi.
Ia menilai, perubahan fungsi lahan tersebut dapat memperparah risiko bencana, terutama di wilayah dengan kontur tanah miring dan curah hujan tinggi.
“Kita ingin tidak lagi terjadi alih fungsi sedemikian itu di Jawa Barat,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan relawan terus berupaya maksimal di tengah keterbatasan kondisi lapangan, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. *****