WartaPesona.com - Di Kabupaten Pidie Jaya, bencana hidrometeorologi tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengubah kehidupan banyak keluarga dalam sekejap.
Namun, di balik pilu yang dirasakan, terselip kisah-kisah kemanusiaan yang menghangatkan hati.
Salah satunya datang dari Meunasah Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya, melalui cerita seorang warga bernama Aisyah.
Tak sedikit warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga yang menjadi korban jiwa.
Hingga kini, sebagian warga masih berjuang bangkit dari trauma dan keterbatasan, sembari menunggu proses pemulihan pascabencana berjalan sepenuhnya.
Baca Juga: Razia Jam Kerja di Aceh, Sejumlah ASN Ketahuan Nongkrong di Warkop
Rumah Tertimbun Lumpur Pascabanjir
Rumah Aisyah kini nyaris tak bisa dihuni. Lumpur sisa banjir bandang mengendap hingga hampir setengah tinggi bangunan, menutup lantai dan merusak perabotan yang ada di dalamnya.
Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram relawan, @atika_cahyaa, dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak sebuah kulkas berdiri kaku, dipenuhi lumpur yang telah mengering.
Benda itu menjadi saksi bisu dari cerita sederhana namun menyentuh yang dibagikan Aisyah.
“Dulu kan ada kucing yang baru melahirkan, mamaknya udah mati. Kan harus kasih minum, kasih susu, nggak ada tempat simpan.
Beli lah kulkas, tapi habis itu banjir,” ujar Aisyah, dikutip dari unggahan tersebut pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kulkas yang baru dibeli itu bukan untuk kemewahan, melainkan untuk menyimpan susu demi menyelamatkan anak kucing yang kehilangan induknya.
Sayangnya, tak lama setelah itu, banjir bandang datang dan merusak segalanya.
Tags
Artikel Terkait
-
Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang
-
Usai Banjir Bandang, Guru di Tapanuli Selatan Ikhlaskan Ribuan Meter Tanah demi Pendidikan Anak
-
Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
-
Razia Jam Kerja di Aceh, Sejumlah ASN Ketahuan Nongkrong di Warkop