WartaPesona.com - Salah satu wilayah yang masih merasakan dampak serius adalah Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Ironisnya, di tengah keterisolasian itu, warga justru tengah mengalami panen raya durian Jamat, salah satu varietas durian unggulan daerah tersebut.
Melimpahnya hasil panen tak serta-merta membawa kesejahteraan. Rusaknya akses jalan membuat warga kesulitan memasarkan durian
ke pusat perdagangan, khususnya ke Kota Takengon, yang selama ini menjadi tujuan utama penjualan hasil kebun.
Jalan Rusak, Warga Terpaksa Tempuh Medan Berbahaya
Hingga kini, sebagian besar wilayah di Aceh Tengah masih mengandalkan jembatan darurat berupa tali sling untuk menyeberangi sungai yang memisahkan antar desa.
Tak sedikit warga yang harus berjalan kaki menyusuri tebing batu di pinggiran sungai dengan arus deras demi mencapai akses jalan lain.
Perjuangan tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali, yang memperlihatkan warga Desa Kute Reje menggendong karung-karung berisi durian sambil melintasi bebatuan licin di tepi sungai.
“Proses pengangkutan durian Jamat. Perjuangan ayah untuk keluarga bahagia,” tulis akun tersebut dalam keterangan video, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam rekaman itu, warga tampak meniti dua bilah bambu yang dijadikan jembatan darurat di atas batu besar.
Di bawahnya, sungai berwarna cokelat mengalir deras, menyisakan risiko besar jika terpeleset.
Baca Juga: Haru Ayah Syafiq Ali untuk Himawan usai Tragedi Gunung Slamet : Kamu Kini Bagian dari Keluarga Kami
Harus Jalan Kaki 2 Kilometer dari Kebun
Pada video lain, seorang warga menjelaskan beratnya perjuangan membawa hasil kebun dari lokasi panen menuju tempat penjualan.
“Ini dipikul dengan jarak dua kilometer dari perkebunan, lewat jalan terjal dan sungai, tebing,” ujar warga tersebut.
Ia berharap pemerintah segera membuka kembali akses jalan agar perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak normal.