WartaPesona.com - Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Hampir dua bulan pascabencana, kondisi di lapangan masih jauh dari kata normal.
Lumpur tebal masih menyelimuti rumah-rumah warga, sementara akses jalan dan fasilitas dasar belum sepenuhnya bisa digunakan.
Kondisi tersebut diungkapkan oleh influencer sekaligus relawan kemanusiaan, Naufal Rizky Pratama, yang turun langsung meninjau wilayah terdampak.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @nfalrizky, pada Kamis, 15 Januari 2026, Naufal membagikan potret nyata kehidupan warga Pidie Jaya pascabanjir bandang.
“Lumpurnya keras, membersihkannya harus menggunakan air, sedangkan mereka saja masih krisis air bersih,” ungkap Naufal.
Ia menambahkan, sumber air bersih warga sebagian besar berasal dari sumur yang kini rusak dan tertimbun lumpur akibat banjir bandang.
“Sumber air dari sumur rusak tertimbun lumpur. Tidak terbayang pemulihannya seperti apa,” lanjutnya.
Baca Juga: Bayang-bayang Erupsi Semeru Picu Keresahan Warga, Muncul Usulan Ekstrem demi Rasa Aman
Dua Bulan Berlalu, Lumpur Masih Menyelimuti Permukiman
Dalam cuplikan video yang dibagikan Naufal, terlihat kondisi rumah warga yang masih dipenuhi lumpur tebal dan mengeras.
Beberapa bangunan tampak rusak, sementara perabot rumah tangga nyaris tak bisa digunakan.
Tak hanya rumah, akses jalan di desa tersebut juga masih dipenuhi sisa lumpur banjir, menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.
Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lambat, terlebih dengan keterbatasan alat dan minimnya pasokan air bersih.
“Sudah mau dua bulan dari kejadian, tapi di Pidie Jaya masih tertutup lumpur,” ujar Naufal dengan nada prihatin.