Ia mengaku dilema karena para pelaku merupakan anak didiknya sendiri.
“Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini masih sekolah, secara psikologis masih butuh bimbingan,” ucapnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, maupun aparat penegak hukum
terkait tindak lanjut kasus kekerasan antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur tersebut.
Publik pun masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan proporsional. *****