WartaPesona.com – Daerah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh yang terjadi pada akhir November 2025 lalu hingga kini masih membutuhkan perhatian serius.
Meski bencana tersebut telah berlalu lebih dari sebulan, proses pemulihan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya berjalan optimal.
Sisa-sisa bencana berupa endapan lumpur, tumpukan kayu, material bebatuan besar, hingga jalanan rusak masih menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga dan relawan di lapangan.
Salah satu wilayah yang kondisinya masih memprihatinkan adalah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Kawasan dataran tinggi ini mengalami dampak signifikan akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi hampir bersamaan, dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil.
Baca Juga: Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Batu dan Tanah Menumpuk di Takengon
Kondisi tersebut tergambar jelas dalam video yang diunggah relawan kemanusiaan, Faza Fauzan, melalui akun Instagram @faza.fauzan_.
Dalam video itu, ia memperlihatkan kondisi Desa Kala Segi yang mengalami kerusakan parah akibat longsor besar dari bukit di sekitarnya.
“Di desa ini terjadi longsor besar. Longsor itu menghancurkan hampir seluruh bangunan yang ada di desa ini,” ujar Faza dalam video yang dikutip pada Minggu, 11 Januari 2026.
Berbeda dengan wilayah Aceh Tamiang yang terdampak dominan oleh lumpur, Takengon justru dipenuhi material batu berukuran besar yang terbawa longsoran dari perbukitan.
“Kalau di Tamiang itu kebanyakan lumpur, di daerah sini justru batu-batu besar dari atas sana. Ini yang bikin proses pembersihan jauh lebih berat,” tambahnya.
Tumpukan batu dan tanah tersebut menutup lahan warga, jalan desa, hingga bekas permukiman, menyulitkan proses evakuasi lanjutan dan pemulihan pascabencana.
Longsor Hantam Permukiman Warga
Dalam rekaman lainnya, tampak jelas bagaimana longsor menyapu bersih kawasan permukiman yang berada tepat di bawah lereng bukit.