Padahal, secara geografis dan logika pelayanan kebencanaan, seharusnya akses langsung ke Aceh bisa lebih murah dan cepat.
Akibat rute tersebut, muncul pula kesalahpahaman di media sosial. Banyak warganet mengira relawan kesehatan yang datang mengenakan rompi biru merupakan tim medis dari Malaysia.
“Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di Instagram, ‘Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Jadi kan kita juga jadi enggak enak gitu disangkanya,” tutur Budi.
Ia menegaskan bahwa para relawan tersebut sepenuhnya adalah tenaga kesehatan Indonesia yang hanya memanfaatkan jalur masuk lebih murah demi kelancaran misi kemanusiaan.
Baca Juga: Akses Terputus Pascabanjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Terpaksa Seberangi Jembatan Rusak dan Sungai
Ajukan Harga Tiket Khusus untuk Relawan
Menyikapi kondisi tersebut, Budi secara terbuka meminta dukungan lintas kementerian agar harga tiket pesawat menuju wilayah bencana, khususnya Aceh, bisa diberikan perlakuan khusus bagi relawan.
“Mudah-mudahan kalau bisa dibantu agar diatur untuk relawan-relawan ini, tiketnya harga khusus gitu. Apalagi mereka kadang-kadang bawa banyak perbekalan segala macam,” ujarnya.
Ia menilai, perbedaan harga tiket langsung ke Aceh dengan rute memutar lewat Malaysia terlalu jauh dan tidak ideal untuk situasi darurat kebencanaan.
“Pak Gubernur pasti merasakan, yang orang-orang Aceh itu pasti tahu bahwa memang muter itu jauh lebih murah,” kata Budi.
Padahal, lanjutnya, pemerintah pusat membutuhkan pengiriman tenaga medis secara rutin dan berkelanjutan untuk mendukung tenaga kesehatan lokal yang bekerja di garis depan.
“Padahal kita butuh kirim 700 sampai 800 orang per dua minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh di pos pengungsian dan desa-desa terpencil,” tegasnya.
Baca Juga: Pascabanjir Sumatera, Mendagri Tekankan Percepatan Pembersihan Lumpur Jelang Ramadan
Mendagri Respons, Koordinasi dengan Kemenhub
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mencari solusi agar harga tiket pesawat ke daerah bencana dapat ditekan dan lebih terjangkau, khususnya untuk keperluan kemanusiaan.
Pemerintah berharap ke depan tidak ada lagi kendala logistik maupun transportasi yang menghambat penanganan darurat bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Aceh.