“Sebelumnya, masyarakat hanya membangun jembatan sederhana yang digunakan untuk jalan kaki,” lanjutnya.
Desa Terisolasi dan Krisis Berkepanjangan
Putusnya akses jalan juga membuat sejumlah desa di Kecamatan Syiah Utama terisolasi selama hampir satu bulan.
Warga mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pasokan bahan pangan, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Satu bulan sudah listrik belum masuk, akses jalan putus, warga terisolir, mata pencaharian petani hancur,” ungkap relawan tersebut.
Sebagian besar warga di wilayah ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Banjir dan longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghancurkan lahan pertanian dan memutus jalur distribusi hasil panen, sehingga memperparah kondisi ekonomi warga.
Relawan pun mengajak lebih banyak pihak untuk menyalurkan bantuan ke wilayah Bener Meriah, khususnya daerah-daerah yang masih terisolasi.
“Untuk teman-teman semua, usahakan masuk ke sini karena masih banyak di Bener Meriah desa-desa yang terisolir,” tuturnya.
Baca Juga: Kisah Warga Dusun Suka Maju Tapsel Bertahan Hidup Pascabanjir Bandang di Tengah Ancaman Sungai Baru
Banjir Susulan dan Perpanjangan Masa Darurat
Di tengah proses pemulihan yang belum tuntas, Bener Meriah kembali dilanda banjir susulan. Dua desa, yakni Buntul dan Lampahan, kembali diterjang banjir pada Rabu malam, 24 Desember 2025.
Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari, sehingga debit air sungai kembali meningkat.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana.
Perpanjangan ini berlaku mulai 24 hingga 30 Desember 2025 dan menjadi perpanjangan ketiga sejak awal bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah tersebut.
Puluhan Ribu Warga Masih Terisolasi
Berdasarkan data posko per 22 Desember 2025, tercatat sebanyak 35.611 jiwa di Kabupaten Bener Meriah masih terdampak dan berada dalam kondisi terisolasi.
Jumlah tersebut tersebar di 58 desa yang berada di enam kecamatan.