Namun, berdasarkan pantauan di lapangan hingga Selasa, 16 Desember 2025, arus listrik dan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Bener Meriah masih belum sepenuhnya normal.
Sejumlah ruas jalan masih gelap pada malam hari, sementara akses komunikasi warga sangat terbatas akibat lumpuhnya jaringan internet dan telepon.
Kondisi ini membuat proses koordinasi bantuan dan aktivitas warga menjadi terhambat. Banyak masyarakat yang terisolasi informasi dan kesulitan menghubungi kerabat di luar daerah.
Baca Juga: Dua Pekan Bertahan dengan Mie Instan, Pengungsi Aceh Tamiang Akhirnya Cicipi Nasi Padang
Harapan Warga pada Pemulihan Menyeluruh
Di tengah keterbatasan tersebut, warga berharap pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi dapat segera dilakukan secara menyeluruh.
Bagi mereka, hadirnya penerangan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga simbol kembalinya rasa aman dan harapan setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Momen sederhana saat genset menyala menjadi pengingat bahwa di balik deretan angka kerusakan dan laporan resmi, ada kisah ketabahan dan rasa syukur warga yang berjuang bertahan dalam kondisi serba terbatas. *****