berita

Tak Minta untuk Diri Sendiri, Bocah Korban Banjir Aceh Ini Lebih Pilih Selimut untuk Ibunya

Senin, 15 Desember 2025 | 12:07 WIB
Permintaan polos bocah korban banjir Aceh yang utamakan ibu di tengah kesulitan bikin relawan menangis - WartaPesona.com (Ibenews)

WartaPesona.com – Di tengah keterbatasan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sebuah momen sederhana namun sarat makna terekam saat para relawan menyalurkan bantuan kemanusiaan di salah satu lokasi pengungsian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik bencana dan derita, nilai ketulusan dan kasih sayang masih tumbuh kuat, bahkan dari hati seorang anak kecil.

Kisah haru tersebut bermula ketika seorang bocah laki-laki berusia sekitar enam tahun mendekati meja pembagian bantuan yang dijaga para relawan.

Dengan langkah ragu dan suara lirih, ia berdiri di antara antrean pengungsi yang sebagian besar adalah orang dewasa.

Tubuhnya tampak kecil dibalut pakaian seadanya, sementara udara dingin pascabanjir masih terasa menusuk, terutama saat malam tiba.

“Kak, selimut satu,” ucap bocah itu pelan, sambil menatap relawan dengan mata polos yang menyimpan harap.

Para relawan pun segera meraih satu selimut untuk diserahkan kepadanya. Namun, tepat sebelum selimut itu berpindah tangan, bocah tersebut kembali menoleh. Ia tampak berpikir sejenak, lalu mengangkat wajahnya lagi dengan nada suara yang sama lembutnya.

“Satu lagi untuk mamak,” imbuhnya.

Baca Juga: Banjir Aceh Tamiang Sisakan Duka, Pengungsi Pilih Minta Mukena Demi Tetap Beribadah

Permintaan singkat itu sontak membuat suasana di sekitar meja bantuan terdiam sejenak. Kalimat sederhana dari seorang bocah kecil itu langsung menyentuh hati para relawan dan pengungsi lain yang menyaksikan kejadian tersebut.

Di tengah kondisi serba terbatas, ketika banyak orang berjuang memenuhi kebutuhan diri sendiri, bocah itu justru lebih dulu memikirkan ibunya.

Menurut keterangan relawan di lokasi, bocah tersebut datang bersama sang ibu sejak hari pertama banjir memaksa mereka mengungsi.

Mereka kini menempati tenda darurat dengan alas seadanya dan perlengkapan yang sangat terbatas.

Saat malam tiba, suhu udara di wilayah pengungsian terasa dingin, membuat selimut menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB