Menurut Faisal, prospek ekonomi ke depan akan bergantung pada percepatan belanja pemerintah di sektor produktif serta dukungan terhadap investasi.
“Prospek investasi tetap positif, apalagi dengan ekspektasi penurunan suku bunga global dan domestik yang menurunkan biaya pembiayaan,” katanya.
Faisal juga menyoroti risiko dari ketegangan perdagangan global dan perlambatan ekonomi di Tiongkok, namun menilai situasi global mulai stabil.
“Pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun 2025 kami perkirakan berada di kisaran 5,0 hingga 5,1 persen, sedikit revisi naik dari proyeksi sebelumnya,” pungkasnya.***