berita

Menko Airlangga: Tarif Impor 32 Persen dari AS untuk Produk Indonesia Ditunda, Negosiasi Masih Berlangsung

Minggu, 13 Juli 2025 | 23:39 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) mengklaim tarif impor Amerika 32 persen untuk Indonesia ditunda. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)



WartaPesona.com - Brussel, Belgia — Kabar baik datang dari arena diplomasi dagang Indonesia-Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa penerapan tarif impor 32 persen dari AS terhadap produk Indonesia resmi ditunda.

Kebijakan yang disebut sebagai "tarif Trump", rencananya mulai berlaku 1 Agustus 2025, namun kini diberi ruang negosiasi tambahan selama tiga minggu.

“Waktunya kita sebut ‘pause’. Jadi ini penundaan penerapan sambil menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” ungkap Airlangga kepada wartawan di Brussel, Minggu, 13 Juli 2025.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Perundingan, Prabowo Umumkan Terobosan Bersejarah: RI dan Uni Eropa Sepakat CEPA

Penundaan ini didapat setelah serangkaian pertemuan diplomatik intensif, termasuk dengan U.S Secretary of Commerce Howard Lutnick dan Ambassador Greer dari United States Trade Representative (USTR).

3 Minggu Penentu

Indonesia kini memiliki waktu selama tiga minggu untuk merampungkan finalisasi proposal dan fine tuning dari perjanjian dagang yang telah dipertukarkan sebelumnya.

“Tiga minggu ini diharapkan jadi waktu untuk finalisasi dan sinkronisasi dari proposal yang sudah diajukan kedua pihak,” terang Airlangga.

Tarif 32 persen tersebut diumumkan langsung oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, melalui surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto tertanggal 7 Juli 2025.

Baca Juga: Dari Fragmentasi ke Kolaborasi: Teguh Anantawikrama Dukung Transformasi Indonesia Era Prabowo

Isu Tambahan 10 Persen Dibantah

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga membantah isu beredar bahwa ada tambahan tarif 10 persen terkait dengan keanggotaan Indonesia di BRICS.

“Tambahan itu tidak ada, ya,” tegasnya singkat.

Airlangga sendiri sebelumnya terbang ke AS pada 8 Juli 2025, sehari setelah mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan bilateral di Brasil dalam rangka KTT BRICS.

Baca Juga: Tersiram Wine di Depan Tamu VIP, Irwan Mussry Bikin Kagum Daniel Mananta: 'Dia Tunjukkan Karakter Asli!'

Misi Diplomasi di Tengah Ketegangan Global

Penundaan tarif 32 persen ini menjadi angin segar bagi eksportir Indonesia. Sebab jika diberlakukan, dampaknya bisa signifikan terhadap sektor industri, manufaktur, dan ekspor tekstil, elektronik, serta produk makanan.

Negosiasi ini menunjukkan bagaimana pendekatan diplomasi ekonomi Indonesia semakin aktif, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global.

Kini, semua mata tertuju pada tiga minggu ke depan. Jika perundingan berjalan lancar, Indonesia berpeluang besar mempertahankan akses ekspor strategis ke pasar Amerika Serikat tanpa beban tarif baru. ***(SA)

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB