berita

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pancasila dan Diplomasi Agama sebagai Solusi Global di ICCS Singapura 2025

Rabu, 25 Juni 2025 | 09:48 WIB
Menteri Agama dalam International Conference on Cohesive Societies (ICCS) Singapura. (Foto: kemenag.go.id)

 

WartaPesona.com- Singapura, 24 Juni 2025 — Di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan krisis identitas global, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyerukan pentingnya nilai-nilai Pancasila dan pendekatan diplomasi agama sebagai landasan membangun masyarakat global yang harmonis.

Hal ini disampaikannya dalam pidato utama pada forum bergengsi International Conference on Cohesive Societies (ICCS) 2025 di Singapura.

“Pancasila adalah solusi rasional untuk membangun kesatuan bangsa dan menjadi role model kerukunan dunia,” ujar Menag di hadapan para pemimpin lintas agama dan akademisi internasional.

Baca Juga: Pesantren dan Revolusi Pendidikan: Titik Temu Tradisi dan Inovasi di Tengah Perubahan Zaman

Ia menekankan bahwa Indonesia, sebagai bangsa majemuk dengan ratusan suku, budaya, dan bahasa, telah membuktikan bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan, bukan ancaman.

Konsep unity in diversity yang menjadi identitas Indonesia, menurutnya, bukan sekadar semboyan, melainkan karakter bangsa yang telah diakui dunia. “Kita adalah bangsa yang besar karena mampu bersatu dalam perbedaan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Menag juga memperkenalkan pendekatan religious diplomacy yang telah diterapkan Indonesia dalam hubungan internasional. Pendekatan ini menempatkan agama sebagai medium untuk membangun dialog, saling pengertian, dan perdamaian lintas negara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Konsolidasi Nasional Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran 2025–2026

“Diplomasi formal kerap terhambat oleh kepentingan politik, sedangkan diplomasi agama menembus sekat-sekat tersebut karena berbicara atas dasar kemanusiaan universal,” jelasnya.

Menag juga menyinggung Deklarasi Istiqlal, sebuah dokumen internasional hasil kerja sama berbagai pemimpin agama dan negara, termasuk Vatikan, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kepedulian terhadap krisis global seperti dehumanisasi dan perubahan iklim.

Melalui forum ICCS 2025 ini, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan peradaban dunia yang mampu menggabungkan nilai lokal dan pendekatan global untuk menjawab tantangan zaman.

Pancasila, menurut Menag, adalah bahasa perdamaian yang mampu menjangkau seluruh umat manusia, tak terbatas oleh geografi atau ideologi.***

 

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB