berita

Presiden Prabowo Pimpin Konsolidasi Nasional Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran 2025–2026

Selasa, 24 Juni 2025 | 23:56 WIB
Presiden Prabowo Rapat terbatas pada Senin (23/06/2025) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Foto: setneg.go.id)

Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi hal mutlak dalam mewujudkan Sekolah Rakyat.

"Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi model pendidikan alternatif yang menyatukan peran negara, masyarakat, dan sektor swasta," ujarnya.

Presiden Prabowo juga meminta agar program ini dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan keberpihakan pada rakyat kecil, sesuai dengan filosofi pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata.

Menuju Tahun Ajaran Baru yang Berkeadilan
Dengan dimulainya tahun ajaran 2025–2026 sebagai tonggak awal implementasi, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi simbol transformasi pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, progresif, dan berpihak pada kemanusiaan.

Pemerintah akan terus mengawal proses ini agar pelaksanaannya tidak sekadar simbolik, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Ini bukan proyek politik, ini tanggung jawab sejarah,” tutup Seskab Teddy.

Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah — ia adalah harapan baru bagi generasi penerus bangsa yang selama ini berada di pinggiran.

Di tangan visi besar dan kerja nyata, pendidikan akan menjadi jembatan emas menuju keadilan sosial.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini