berita

Bus Shalawat Inklusif 24 Jam: Komitmen Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas bagi Jemaah Haji Indonesia

Senin, 12 Mei 2025 | 11:46 WIB
Jemaah Haji bersiap naik bus shalawat. (Foto: Kemenag.go.id)

WartaPesona.com- Makkah (Kemenag) — Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, khususnya dalam aspek transportasi.

Salah satu wujud nyata komitmen ini adalah pengoperasian Bus Shalawat yang inklusif dan beroperasi selama 24 jam penuh untuk mengantar jemaat dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Muchlis M Hanafi, menyampaikan bahwa seluruh armada Bus Shalawat telah dirancang dengan pendekatan inklusif, menjawab kebutuhan jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Menag Sambut Paus Leo XIV: Harapan Baru bagi Perdamaian Dunia dan Dialog Antariman

“Tahun ini kita hadirkan 32 bus shalawat dengan spesifikasi ramah disabilitas. Ada low deck untuk akses kursi roda, ruang penyimpanan khusus di dalam bus, serta dilengkapi GPS dan CCTV untuk keamanan,” ujarnya di Makkah, Minggu (11/5/2025).

Jemaah yang menginap di berbagai wilayah di Makkah akan diarahkan ke terminal berbeda, yakni Terminal Syib Amir untuk wilayah Syisah dan Raudhah, Terminal Jabal Ka'bah untuk jemaah di Jarwal, serta Terminal Ajyad untuk yang tinggal di Misfalah.

PPIH juga menggandeng lima perusahaan otobus ternama di Arab Saudi untuk mendukung operasional bus shalawat, yaitu Abu Sarhad, Dallah, Durrat Al Munawwara, Mawakeb Al Khair, dan Rawahel Al Mashaer.

Baca Juga: Bendungan Manikin, Pilar Ketahanan Pangan dan Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi NTT dalam Visi Presiden Prabowo

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, turut mengingatkan bahwa seluruh biaya layanan ini telah termasuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sehingga tidak dibenarkan adanya praktik pemberian uang tips atau pungutan tambahan.

“Layanan ini sudah dibayar. Kami tegaskan, tidak ada uang tips, baksyis, apalagi pungli,” tegas Mujib.

Dengan adanya Bus Shalawat Inklusif ini, pemerintah berharap mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah semakin lancar, nyaman, dan aman, sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang.***

 

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB