WartaPesona.com- Gorengan hangat, daging berlemak, keju leleh, hingga santan kental sering kali menggoda selera makan.
Namun, di balik kenikmatannya, makanan berlemak bisa menjadi ancaman nyata bagi mereka yang mengidap GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung kronis.
Makanan tinggi lemak diketahui dapat membuat sfingter esofagus bagian bawah—katup yang memisahkan lambung dan kerongkongan—menjadi lebih rileks.
Baca Juga: Pedas Menggoda: Waspadai Efek Cabai pada Lambung
Ketika katup ini melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga nyeri tenggorokan.
Tidak hanya itu, lemak juga memperlambat pengosongan lambung, yang membuat tekanan di perut meningkat dan semakin memicu refluks asam.
Semakin banyak makanan berlemak yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko gejalanya kambuh.
Baca Juga: Indonesia Usulkan Museum Hadis Pertama di Dunia Muslim
Untuk menghindarinya, pengidap GERD sebaiknya:
Mengurangi konsumsi gorengan dan makanan cepat saji
Memilih daging rendah lemak seperti ayam tanpa kulit atau ikan
Menghindari penggunaan santan berlebihan
Mengonsumsi susu rendah lemak atau nabati
Mengatur porsi makan dan tidak makan dalam jumlah besar sekaligus