WartaPesona.com- Pedas Bukan Selalu Penasaran: Saat Sensasi Membakar Bisa Picu Asam Lambung Kambuh, Siapa yang tak tergoda dengan makanan pedas? Sambal menggoda, cabai rawit menantang, dan sensasi membakar di lidah sering kali dianggap sebagai kenikmatan kuliner sejati.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, tersembunyi risiko besar bagi mereka yang mengidap gangguan asam lambung.
Makanan pedas, terutama yang kaya cabai, mengandung senyawa aktif bernama capsaicin. Senyawa inilah yang memberi rasa panas pada cabai, sekaligus menjadi pemicu iritasi pada dinding kerongkongan dan lambung.
Baca Juga: Indonesia Usulkan Museum Hadis Pertama di Dunia Muslim
Akibatnya, otot katup antara lambung dan kerongkongan melemah, memungkinkan asam lambung naik ke atas dan menimbulkan sensasi terbakar di dada atau tenggorokan, yang dikenal sebagai heartburn.
Tak hanya itu, konsumsi makanan pedas secara berlebihan juga dapat memperlambat proses pengosongan lambung, meningkatkan tekanan pada lambung, dan memperparah gejala refluks asam.
Bagi penderita GERD atau asam lambung kronis, hal ini bisa menjadi pemicu serius kekambuhan.
Baca Juga: Doa dan Amanah di Depan Kabah: Empat Pesan Menag untuk Petugas Haji
Bukan berarti kamu harus benar-benar meninggalkan makanan pedas. Namun, mengenali batas tubuh dan mengontrol porsi adalah kunci bijak.
Jika kamu merasa gejala muncul setelah mengonsumsi cabai, mungkin saatnya beralih ke alternatif rempah lain yang lebih bersahabat bagi lambung, seperti jahe atau kunyit.
Ingat, kenikmatan sesaat tak sebanding dengan ketidaknyamanan berjam-jam. Jadi, nikmati pedas dengan bijak, dan jaga lambung tetap nyaman.***
Artikel Terkait
Menantang Lidah: Makanan Pedas Terpedas di Dunia yang Harus Anda Coba
Seblak: Makanan Pedas yang Menggugah Selera dari Indonesia
Makan Makanan Pedas dan Sesak Napas: Perlu Diperhatikan
Kuliner khas Lombok NTB di Mandalika, kaya ragam makanan pedas yang kaya rempah