WartaPesona.com- Magelang (Kemenag) ,Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para Kepala Daerah yang hadir dalam Orientasi di Magelang, Jawa Tengah, untuk memanfaatkan dengan maksimal 100 hari pertama masa kepemimpinannya.
Menurut Menag, periode awal ini sangat penting dan merupakan momentum revolusi manajemen yang dapat membawa dampak besar bagi masa depan daerah dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menjelaskan bahwa 100 hari pertama adalah titik awal yang sangat krusial dalam membangun sistem pemerintahan yang kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menteri UMKM Dorong Kepala Daerah Optimalkan Anggaran Demi Kemajuan UMKM
Dia mengingatkan para kepala daerah untuk tidak kehilangan kesempatan emas ini karena dapat mempengaruhi arah pembangunan yang akan dilalui. "Di dalam ilmu manajemen terakhir, after one hundred day's era no revolutions.
Jadi, kalau kita kehilangan momentum 100 hari, there is no revolutions. Jadi, kalau starting point kita itu tidak ada energi yang kuat, tidak ada strong power yang dikatakan, maka itu akan datar bahkan down ke depan," tegas Menag.
Menag Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa dirinya sendiri telah menerapkan prinsip yang sama ketika pertama kali diberi tugas memimpin Kementerian Agama.
Baca Juga: Optimalisasi KUR 2025: Pemerintah Pastikan Penyaluran Lebih Berkualitas dan Tepat Sasaran
Salah satu kunci utama dari kesuksesan tersebut adalah kemampuan untuk berpikir berbeda dan mengambil langkah-langkah yang berani.
"Saya ditanya kawan-kawan apa yang dilakukan? Yang penting kita lakukan sesuatu, keberanian berpikir lain, siapapun yang ingin populer harus berani berpikir lain," ungkap Menag.
Menurutnya, pemikiran yang inovatif dan berbeda merupakan ciri khas dari para pemimpin besar dunia.
Menag mengambil contoh tokoh-tokoh terkenal seperti Rasulullah, Mahatma Gandhi, dan Bunda Teresa, yang sukses karena keberanian mereka untuk berpikir dan bertindak berbeda dari kebiasaan.
"Dan ini dilakukan oleh Rasulullah, dan tokoh-tokoh dunia yang lain seperti kita tahu ada Ghandi, Bunda Theresia dan lainnya," kata Menag.
Mereka semua, kata Menag, merupakan contoh nyata dari pemimpin yang mampu menciptakan perubahan besar melalui pemikiran yang berani dan terobosan yang inovatif.