Meskipun prospektif, pengembangan kawasan industri menghadapi tantangan dalam aspek pertanahan, tata ruang, ketersediaan energi, dan SDM.
Plt. Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, menekankan pentingnya debottlenecking melalui sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan swasta.
“Momentum rapat kerja ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat operasional kawasan industri dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur,” tuturnya.
Baca Juga: Wapres Gibran: Gaungkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Konsolidasi Talenta Olahraga Nasional
Dengan kawasan industri sebagai pusat inovasi dan keberlanjutan, Indonesia optimis sektor manufaktur akan terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. ***(HA)