Apalagi, dengan adanya restu dari Ponpes Ploso, Kediri, Jawa Timur, yang sudah diperolehnya.
Sebagai seorang murid yang dulu pernah belajar di Ponpes itu, Gus Makki mengaku tidak berani main-main.
"Saya ini murid Ploso, tidak akan berani melangkah sebelum ada restu," tegas Gus Makki.
Baca Juga: Ini dampak cuaca dingin pada kesehatan, dari kulit kering hingga gangguan saluran pernapasan
Dan, karena itu pula dia mengaku sejak mendapatkan rekomendasi dari Ketum PKB dirinya mengaku langsung gas pol turun ke bawah menemui masyarakat.
Gus Makki mengaku tidak pernah bertanya soal jumlah warga yang berkumpul, tetapi siapa yang dominan hadir.
"Paling senang kalau yang datang itu warga biasa semua. Walau dua puluh atau tiga puluh orang, itu biting (lidi)," paparnya.
Gus Makki mengaku tak ingin dicap sebagai calon pemimpin yang datang ketika butuh. Karena pada prinsipnya pemimpin itu harus mengerti kebutuhan masyarakat.
***(KKO)