berita

Jokowi Mengecam Ancaman 'Neraka Iklim' dan Mendorong Antisipasi Terhadap Krisis Pangan

Minggu, 16 Juni 2024 | 08:30 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

WartaPesona.com - Presiden Joko Widodo memberikan peringatan serius mengenai kondisi lingkungan global saat ini, mengutip pernyataan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres yang menyebut dunia sedang menuju ke "neraka iklim". Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam acara Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (14/6/2024).

Jokowi menyoroti proyeksi bahwa suhu dunia diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun mendatang, serta mengingatkan tentang dampak serius yang dapat timbul, seperti gelombang panas yang melanda India dengan suhu mencapai 50 derajat Celsius dan Myanmar 45,8 derajat Celsius.

Baca Juga: Densus 88 Menangkap Tersangka Terorisme di Karawang, Diduga Terkoneksi dengan ISIS

Selain itu, Jokowi juga mengutip peringatan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bahwa dunia berpotensi menghadapi krisis pangan yang parah pada tahun 2050 jika tidak diambil langkah antisipatif sejak sekarang. Dia menekankan pentingnya mengantisipasi dampak kekeringan yang dapat mempengaruhi produksi pangan dan menyebabkan lonjakan inflasi.

Untuk mengatasi penurunan produksi akibat kekeringan, Jokowi telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) serta TNI untuk memasang puluhan ribu pompa di daerah-daerah, terutama yang merupakan sentra produksi beras. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan irigasi sawah dan memastikan ketersediaan air yang cukup untuk pertanian.

Upaya pemasangan pompa juga dilakukan di sungai-sungai kecil untuk memaksimalkan pemanfaatan air irigasi. Hingga saat ini, sebanyak 1.400 pompa telah terpasang, dengan rencana tambahan pemasangan di masa mendatang.

Baca Juga: Sultan Hamengkubuwono X Buka Suara Mengenai Beach Club Raffi Ahmad

Jokowi menegaskan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk menghadapi dampak dari fenomena alam El Nino yang dapat menyebabkan musim kering. Selain pemasangan pompa, pemerintah juga telah membangun 61 waduk dan bendungan untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dari satu kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun. ***(TWP01)/SR

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB