WartaPesona.com - Suhu panas yang terasa terik di sejumlah daerah di Indonesia menurut BMKG masih akan berlanjut hingga 6 Oktober 2023.
Menurut BMKG, suhu panas yang sudah berlangsung sepekan sejak September 2023 kemarin terjadi karena berbagai kondisi dinamika di atmosfer.
Dinamika atmosfer penyebab suhu panas di berbagai daerah, menurut BMKG adalah minimnya tingkat pertumbuhan awan pada siang hari yang dominan cerah.
Baca Juga: Ratu melahirkan, populasi Badak Sumatera di SRS TNWK Lampung bertambah seekor
Kondisi atmosfer tersebut terjadi terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, termasuk Jabodetabek.
Kondisi tersebut menyebabkan penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer.
Hal itulah yang menyebabkan suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik atau ekstrem.
BMKG mengingatkan, bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau.
Sedangkan wilayah lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada bulan Oktober-November 2023, sehingga kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari.
Selain itu, posisi semu matahari pada akhir September 2023 lalu menunjukkan pergerakan ke arah selatan ekuator.
Hal tersebut berarti sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator termasuk wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, mendapatkan pengaruh dampak penyinaran matahari yang relatif lebih intens.
Baca Juga: Bimo Krido, lakon wayang kulit yang akan dipentaskan di HUT ke-78 TNI 2023, ceritanya tentang apa?
BMKG menyatakan, pemanasan sinar matahari cukup optimal terjadi pada pagi menjelang siang dan siang hari.