Bima dan Kresna mengamuk di Astinapura karena tidak mau menerima perdamaian yang akan dibuat oleh Batara Guru.
Baca Juga: Gelar Budaya Selo Culture Festival 2023 di Sleman berlangsung meriah, ratusan warga berebut gunungan
Kedua ksatriya Pandawa itu menolak perdamaian dengan Kurawa atas perebutan Astinapura, yang dianggapnya justru akan menjadi penghalang.
Selain itu, perdamaian tersebut juga dianggap akan mengurangi nilai perjuangan dan kedaulatan Pandawa.
Namun, Bima yang terkenal punya kuku sakti ponconoko dan Kresna tidak mampu melawan Batara Guru yang merupakan jelmaan Betari Durga.
Karena itu, Bima dan Kresna meminta bantuan Begawan Dewa Kasimpar yang merupakan jelmaan Semar.
Baca Juga: Daftar Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa G30S PKI 1965 berikut biodata singkat
Seperti yang diketahui, konflik tersebut di kemudian hari berakhir dengan perang besar yang disebut Baratayudha.
Pesan moral dalam lakon Bimo Krido tersebut adalah keberanian Pandawa dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan negara.
Bahwa, kemerdekaan dan kedaulatan merupakan hasil perjuangan. Bukan hasil perdamaian yang membuat kemerdekaan menjadi tidak utuh.
Demikianlah, pesan moral yang sekiranya juga ingin disampaikan dalam pagelaran wayang kulit HUT ke-78 TNI 2023 dengan lakon Bimo Krido. *(SA/K)