WartaPesona.com - Monumen Plataran yang menjadi tempat digelarnya Selo Culture Festival 2023 di Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta punya kisah sejarah.
Kisah sejarah Monumen Plataran tempat gelaran Selo Culture Festival 2023 itu terkait peristiwa perang kemerdekaan di tahun 1945-1949.
Monumen Plataran menjadi tempat digelarnya Selo Culture Festival 2023 Selomartani juga karena monumen itu merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di desa tersebut.
Baca Juga: Hub Space Hari Perhubungan Nasional 2023, Presiden Jokowi jajal Taksi Terbang tenaga listrik
Sejak tahun 2018, Monumen Plataran sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata sejarah di Desa Selomartani.
Hal tersebut karena selain sejarahnya, juga kawasan tersebut dirintis sebagai kawasan wisata seni, budaya, dan sejarah.
Tak jauh dari Monumen Plataran, terdapat Embung Selomartani sebagai destinasi yang menawarkan keindahan alam pedesaan di kecamatan Kalasan tersebut.
Baca Juga: Begini sejarah Masjid Gedhe Yogyakarta, dibangun bertahap, pernah runtuh karena gempa tahun 1867
Kemudian juga ada panggung hiburan, tempat dilangsungkannya berbagai pentas seni dan budaya setempat.
Desa Selomartani yang terdiri dari 20 padukuhan, punya kekayaan seni yang beragam. Mulai dari Jathilan, Badui, Gejog Lesung, dan banyak lagi.
Pada gelar budaya Selo Culture Festival 2023 ini, berbagai kesenian tersebut ditampilkan selama pelaksanaan event yang berlangsung dua hari sejak Sabtu (30/9) hingga Minggu (1/10/2023).
Baca Juga: Masjid Gedhe Yogyakarta, destinasi wisata religi yang bersejarah dan kaya filosofi Jawa
Sementara itu, Monumen Plataran menjadi destinasi wisata sejarah yang menjadi sarana edukasi tentang cinta tanah air dan nasionalisme.
Dalam sejarahnya, Monumen Plataran ini dibangun untuk mengenang para pejuang kemerdekaan yang gugur saat peristiwa agresi militer Belanda II pada 24 Februari 1949.