Sandiaga Uno Menerima Tantangan dari Pelaku Ekraf: Batik Ecoprint Teknik Shibori Siap Menggebrak

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 25 Agustus 2023 | 11:25 WIB
Sandiaga Uno saat membuat Batik Ecoprint Teknik Shibori (kemenparekraf.go.id)
Sandiaga Uno saat membuat Batik Ecoprint Teknik Shibori (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menerima tantangan yang tak biasa dari para pelaku Ekonomi Kreatif (ekraf) di Serang, Banten.

Dalam sebuah acara, Sandiaga Uno bersama Pj Gubernur Banten Al Muktabar diajak untuk mencoba langsung proses pembuatan batik ecoprint dengan teknik shibori oleh pemilik usaha batik Cahaya Cinta Carenang Vina.

Teknik shibori, yang banyak dikenal dalam konteks seni tekstil di Indonesia, memiliki varian nama seperti jumputan di Jawa, sasirangan di Banjarmasin, dan pelangi di Palembang.

Baca Juga: Strategi Gemilang Inter Milan di Bursa Transfer: Pertukaran Correa ke Alexis Sanchez Raih Keuntungan 49 Miliar

Teknik ini melibatkan proses melipat, mengikat, dan mewarnai kain, menghasilkan pola-pola yang menawan.

Menparekraf Sandiaga Uno berpendapat bahwa teknik ini tak hanya menjadi inovasi dalam dunia kriya, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap lingkungan dan alam.

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan ragamnya. Setiap daerah memiliki motif dan ciri khasnya sendiri, serta makna yang berbeda.

Baca Juga: Festival lima hari F8 Makassar 2023 bertema Next Gen, targetkan transaksi Rp50 Miliar dari 8 produk ekraf

Berbagai teknik pembuatan batik juga ditemukan, termasuk teknik canting tulis, teknik printing, teknik colet, dan teknik celup ikat atau jumputan. Batik jumputan merupakan teknik di mana kain diikat dan kemudian dicelupkan ke dalam pewarna, menciptakan pola unik dan menarik.

Vina, pemilik Cahaya Cinta Carenang, menjelaskan produk batik ecoprint yang dihasilkan oleh usahanya adalah hasil inovasi yang menggabungkan teknik ecoprint dengan teknik shibori.

Teknik ini menciptakan produk yang berbeda dari batik ecoprint biasa. Teknik pewarnaan dengan cara diikat dan dicelup dalam larutan pewarna memberikan sentuhan khusus pada kain.

Baca Juga: Kepergian Mendalam: Bray Wyatt Meninggal Dunia pada Usia 36 Tahun, Dunia Gulat Berduka

Vina menjelaskan, "Pewarna yang kami gunakan berasal dari bahan alami seperti kunyit, secang, teger, indigo, dan daun jati.

" Usaha Cahaya Cinta Carenang juga berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan produk, mendukung langkah-langkah ramah lingkungan.

Hadir dalam acara tersebut adalah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hariyanto, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Oneng Setya Harini, serta Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB
X