Bukan polusi udara, Presiden Jokowi sebut polusi budaya di Pidato Kenegaraan 2023, apa itu?

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 14:55 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato Penyampaian Pengantar/ Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2024, Rabu (16/8/203).  (Tangkapan layar YouTube DPR RI)
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato Penyampaian Pengantar/ Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2024, Rabu (16/8/203). (Tangkapan layar YouTube DPR RI)

WartaPesona.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya polusi budaya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan 2023 di Jakarta, Rabu (16/8).

Polusi budaya menjadi bagian menarik dari Pidato Kenegaraan 2023 Presiden Jokowi di Senayan Jakarta pada Rabu pagi tersebut.

Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan 2023 itu menyebut polusi budaya terjadi di ruang publik karena adanya kebebasan dan demokrasi di media sosial.

Dalam pidatonya itu, Presiden Jokowi mengatakan adanya media sosial seperti sekarang ini apa pun bisa disampaikan kepada Presiden.

Baca Juga: Pembaruan perangkat lunak iOS 17, ada iPhone model lama akan jatuh harga

Mulai dari masalah rakyat di pinggiran, sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan bisa dengan mudah disampaikan dengan media sosial.

"Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol. Ya, ndak apa-apa," kata Presiden dalam pidatonya.

"Sebagai pribadi, saya menerima saja. Tapi yang membuat saya sedih, budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa ini tampak mulai hilang," sambungnya.

Presiden Jokowi kemudian menyambung lagi, bahwa kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah.

Baca Juga: iPhone 15 meluncur September 2023? Kabel pengisian daya beralih dari Port Lightning ke USB Universal

Hal itulah yang dimaksud oleh Presiden Jokowi sebagai polusi budaya.

Polusi di wilayah budaya, yang menurutnya sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia.

"Memang tidak semua seperti itu. Saya melihat mayoritas masyarakat juga sangat kecewa dengan polusi budaya tersebut," kata Presiden dalam pidatonya pula.

Menurut Presiden, cacian dan makian tersebut justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X