Dia menyebutkan, bahwa pengobatan dini ISPA, pneumonia, bronkitis, PPOK, asma dan alergi, juga bisa mencegah komplikasi dan kematian.
Terutama pada kelompok komorbid dan risiko tinggi yaitu bayi, balita, ibu hamil, lansia, komorbid berat, orang dengan imunodefisiensi atau status imunitas rendah.
Sementara itu, Kepala Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI, Yogi Ikhwan mengatakan polusi udara di Jakarta khususnya polutan SO2 sumber terbesar berasal dari sektor industri.
Baca Juga: Agenda City Tour Jambore Pramuka Sedunia ke-25 dibatalkan karena badai Khanun
Sedangkan untuk NOx, CO, PM10 dan PM2,5 didominasi dari sektor transportasi.
Dia menjelaskan, bahwa sumber emisi di suatu wilayah mempengaruhi wilayah lain karena adanya pergerakan polutan akibat pola angin.
Hal itu menyebabkan terjadinya potensi peningkatan konsentrasi di lokasi tersebut.
Sementara itu untuk mengurangi tingginya polusi udara, DLH DKI telah melakukan berbagai upaya.
Mula dari berbagai regulasi, pengawasan, dan pencegahan dengan memasang 5 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) di 5 wilayah kota administrasi.
"Dengan alat tersebut, akan diketahui nilai Indeks tingkat pencemaran di satu wilayah," katanya.
Adapun indeks dihitung dari data-data yang diperoleh SPKU, yang secara kontinyu dan setiap saat dilakukan pemantauan tingkat polusi udara. ***(KKT)
Artikel Terkait
Jambore Sispala 2023 digelar di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, angkat tema Membangun Karakter Bersama Alam
Soto Betawi, kuliner khas Jakarta yang melegenda, gurih segar menyehatkan
Kerak Telur khas Betawi, ada sejak zaman Belanda bercokol di Sunda Kelapa Jakarta
Ketoprak, makanan khas Jakarta yang melegenda hingga sekarang
Inilah pemenang lomba foto Color of Jakarta CoJ 2023, karya pemenang akan ditampilkan di acara penting
Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho
Sandiaga Uno Puji Acara 'Jakarta X Beauty' Mendorong Konsumsi Produk Kecantikan Lokal
Jakarta Jika Tidak Ingin Ada Lagi Kemacetan, Intip Cara Singapura yang Tidak Pernah Macet di Kota yang Sibuk