WartaPesona.com - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis data jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut pada Maret 2023 sebanyak 448,47 ribu orang atau 11, 04 persen poin.
Menurut BPS DIY, jumlah penduduk miskin di provinsi ini turun 0,30 persen poin atau 6,3 ribu orang jika dibandingkan Maret 2022.
Kepala BPS DIY Ir Herum Fajarwati MM, mengatakan jumlah penduduk miskin di provinsi ini paling banyak berada di perkotaan.
Dia mengatakan, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023, jumlah penduduk miskin absolut di perkotaan sebanyak 312,83 ribu orang.
Jumlah tersebut lebih banyak dua kali lipat jumlah penduduk miskin di perdesaan yang sebanyak 135,63 ribu orang.
Namun secara persentase, penduduk miskin lebih banyak di perdesaan dibandingkan di perkotaan.
Pada Maret 2023, persentase penduduk miskin di perdesaan sebesar 13,36 persen. Sedangkan persentase penduduk miskin di perkotaan 10,27 persen.
Herum Fajarwati mengatakan, dengan persentase penduduk miskin sebesar 13,36 persen, maka secara rata-rata ada sekitar 13-14 penduduk miskin di antara 100 orang penduduk di perdesaan.
Herum Fajarwati menegaskan, bahwa selama periode Maret 2022 hingga Maret 2023 jumlah penduduk miskin di DIY menunjukkan kecenderungan menurun.
Baca Juga: Sudah tahu belum? Transaksi dengan QRIS kini tidak lagi gratis
Dia menjelaskan, pada periode tersebut jumlah penduduk miskin di perkotaan di DIY turun sebanyak 2,6 ribu orang. Sedangkan di perdesaan turun 3,7 ribu orang.
Dengan demikian, dalam setahun terakhir jumlah penduduk miskin di DIY berkurang 6,3 ribu orang.
Pada periode yang sama pula, persentase penduduk miskin di DIY turun 0,30 persen.
Artikel Terkait
Jumlah Kunjungan Wisata ke Jawa Tengah Tahun 2023 Meningkat Tajam, Terbanyak ke Candi Borobudur
Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY terus meningkat, 10 negara ini mendominasi
Mengapa Data adalah Aset Terbesar di Era Digital
Pentingnya privasi digital, dari penyalahgunaan data pribadi hingga jaminan keamanan
Jadi syarat negara maju, Kemenkop UKM kejar target jumlah rasio wirausaha baru capai 3,95 persen hingga 2024
Data Scientist, profesi yang makin dibutuhkan di era serba digital
Machine Learning di bidang kesehatan, meningkatkan kualitas perawatan dengan penyajian data medis
Teknologi face recognition, aplikasi pengenalan wajah berbasis data berpotensi langgar privasi