Kata Bintang Puspayoga, berdaya secara ekonomi adalah hulu pemecahan semua isu pemberdayaan perempuan

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Rabu, 5 Juli 2023 | 22:28 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepedulian Anak Bintang Puspayoga (tengah), diapit Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (kiri), dan Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budiyanto (kanan), usai menyambut kedatangan Delegasi ASEAN di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (5/7/2023) sore.  (@kokot)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepedulian Anak Bintang Puspayoga (tengah), diapit Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (kiri), dan Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budiyanto (kanan), usai menyambut kedatangan Delegasi ASEAN di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (5/7/2023) sore. (@kokot)

WartaPesona.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, mengatakan perempuan berdaya secara ekonomi adalah hulu dari solusi semua masalah perempuan.

Bintang Puspayoga mengatakan, jika perempuan berdaya secara ekonomi, maka semua masalah lainnya akan terselesaikan.

Masalah pengasuhan, kekerasan terhadap perempuan, pekerja anak, perkawinan anak, dan lainnya akan terselesaikan jika perempuan berdaya secara ekonomi.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan hal itu menjawab pertanyaan media, usai acara kunjungan Delegasi ASEAN Women, Peace dan Security (WPS) di Desa Wedomartani Ngemplak Sleman DI Yogyakarta, Rabu (5/7/2023) sore.

Baca Juga: Pahlawan di Balik Layar: Kurnia Meiga Mengucapkan Terima Kasih pada Erick Thohir setelah 6 Tahun Berjuang

Bintang Puspayoga mengatakan, hingga sekarang masih banyak daerah di Indonesia yang memberikan stigma pada perempuan.

Masih banyak pula daerah yang melegalkan perkawinan anak, dan masih tebalnya budaya patriarki di Indonesia.

Menurut Bintang Puspayoga, semua itulah yang sebenarnya memotong mata rantai ekonomi, kesehatan, dan lainnya bagi perempuan.

Dia mengakui, bahwa masih tebalnya budaya patriarki menjadi kendala dari upaya pemberdayaan perempuan sekaligus PR besar bagi bangsa ini.

Karena itulah perlunya komitmen pimpinan tidak hanya dari pusat dan daerah. Namun, juga pimpinan di tingkat akar rumput seperti pemerintah desa dan masyarakat.

Baca Juga: Tips makeup anti luntur buat yang suka aktif beraktivitas dan nonton konser, simak yuk

Dia mengingatkan bahwa semestinya perempuan tidak dijadikan objek, tetapi subjek dalam pembangunan.

"Bagaimanapun, 2/3 dari populasi kita adalah perempuan. Artinya, perempuan ini adalah kekuatan bangsa yang harus jadi perhatian para pengambil kebijakan," katanya.

Selain itu, memberdayakan perempuan juga sudah menjadi amanat konstitusi. Bahwa semua warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X