WartaPesona.com - Sejak tahun 2021, UNICEF telah menyatakan kasus obesitas di Indonesia meningkat pesat.
Menurut UNICEF, meningkatnya jumlah kasus obesitas di Indonesia terjadi pada anak dan orang dewasa.
Sementara berdasarkan Survei Riset Kesehatan Dasar Nasional (RISKESDAS) 2018, obesitas anak meningkat dengan 1 dari 5 anak usia sekolah dasar.
Dan, 1 dari 7 remaja di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Baca Juga: Wedang Ronde, minuman hangat yang kaya rempah, cocok diminum malam hari
Dilansir dari laman unicef.org, tingkat obesitas di Indonesia meningkat pesat baik di kalangan rumah tangga kaya dan miskin.
Hal tersebut karena banyaknya orang beralih dari pola makan tradisional ke produk olahan.
Produk makanan olahan sering kali lebih tinggi lemak dan gula, dan lebih murah dari harga makanan sehat.
Karena itu, orang yang tinggal di perkotaan cenderung lebih besar risiko obesitas akibat mudahnya memperoleh makanan olahan.
Selain itu, juga gaya hidup masyarakat perkotaan yang lebih sering duduk atau jarang berolahraga.
Baca Juga: Ada banyak destinasi wisata unik di Kota Santorini Yunani, salah satunya Pantai Merah
Akses murah dan mudah ke makanan tidak sehat, dan pemasaran, secara langsung terkait dengan pertumbuhan kelebihan berat badan dan obesitas.
Di kalangan orang dewasa dan anak-anak, asupan makanan olahan sangat terkait dengan kelebihan berat badan.
Mie instan dan minuman manis juga menyebabkan peningkatan kadar protein C-reaktif, penanda risiko kardiovaskular, menurut penelitian yang menggunakan data perwakilan nasional.
Artikel Terkait
Mengenal Tanaman yang Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Penyakit Sifilis: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
Manfaat daun sirih merah ampuh atasi beragam penyakit, dari ringan hingga berat seperti kanker dan radang paru
Sirih Merah mampu menyembuhkan penyakit berat jantung koroner, berikut ini caranya
Puncak musim kemarau 2023 terjadi bulan Juli-Agustus, waspadai munculnya beragam penyakit berikut ini
Kenali gejala umum penyakit yang biasa mendera, cegah sebelum parah, dan hemat biaya perawatan
Cara mencegah penyakit skoliosis dan menjaga kesehatan tulang belakang