Potensi Sandiaga Uno Bergabung dengan PKS: Strategi Politik dan Keinginan Bersama untuk NKRI

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Kamis, 8 Juni 2023 | 23:32 WIB
Foto presiden PKS bersama Sandiaga Uno saat mengunjungi Banten. (pks.id)
Foto presiden PKS bersama Sandiaga Uno saat mengunjungi Banten. (pks.id)

WartaPesona.com- Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam, memberikan pandangan terkait indikasi Sandiaga Uno yang ingin bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Umam, hal ini menunjukkan adanya gagalnya pengajuan proposal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Proposal yang diajukan adalah PPP menawarkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Namun, dengan dugaan penolakan tersebut, Sandiaga Uno kemudian mendekatkan diri ke partai lain, yaitu PKS.

Baca Juga: Inovasi Terbaru dalam Sistem Keselamatan Kendaraan


Umam menyampaikan bahwa hal ini mengindikasikan bahwa proposal cawapres yang diajukan oleh PPP kepada PDI-P sudah ditolak. Menurutnya, penentuan cawapres pendamping Ganjar juga dilakukan oleh Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Hal ini menunjukkan bahwa proses pencapresan bagi PDI-P tidak ditentukan melalui komunikasi dalam koalisi yang egaliter, melainkan akan ditentukan oleh Megawati Soekarnoputri. Umam menekankan bahwa hal ini menjelaskan mengapa PPP tidak memiliki hak veto secara politik untuk menentukan calon wakil presiden yang akan mendampingi Ganjar.


Dalam konteks ini, Umam menjelaskan bahwa Sandiaga Uno membutuhkan kepastian dalam karir politiknya terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Oleh karena itu, Sandiaga mulai mencari alternatif selain PPP untuk memuluskan tujuan politiknya pada Pilpres mendatang.

Baca Juga: Sandiaga Uno Kena Sindiran Netizen Setelah Ucapan Selamat kepada Putri Ariani di Twitter

Salah satu langkah yang diambil adalah mendekati PKS. Umam mengingatkan bahwa PKS telah mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Sandiaga Uno ingin mengulang duet Anies-Sandi melalui pendekatan dengan PKS.

Pendekatan ini dapat dilakukan melalui dua strategi, yaitu transaksional dan skema naturalisasi yang pernah dilakukan oleh Sandiaga pada tahun 2019.


Umam menyebut bahwa Sandiaga memiliki keinginan untuk mencari zona nyaman yang dapat menjamin kepentingannya. Sebelumnya, Sandiaga mengatakan akan keluar dari Gerindra dan bergabung dengan PAN, namun hal tersebut tidak terjadi. Umam berpendapat bahwa Sandiaga mencari cara untuk menjaga kepentingannya dan mencari kepastian dalam karir politiknya.

Baca Juga: Evolusi Teknologi Kendaraan Listrik: Mengapa Mereka Semakin Populer?


Sandiaga Uno sendiri mengungkapkan bahwa ia telah berjuang bersama PKS dalam dunia politik. Menurutnya, PKS terbukti selalu berjuang dengan hati dan memiliki kader-kader yang pantang menyerah dan tidak kenal lelah.

Sandiaga berdoa agar pintu untuk bekerja bersama PKS dapat terbuka ke depannya. Ia menyoroti komitmen PKS terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang luar biasa. Sandiaga berharap bahwa dengan doa dan usaha, jalan untuk berjuang bersama dapat terbuka.


Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, juga menegaskan bahwa PKS terbuka terhadap Sandiaga Uno. Syaikhu menyatakan bahwa kapasitas Sandiaga sebagai seorang menteri untuk berkeliling ke kota dan kabupaten merupakan tanggung jawabnya. PKS menerima kehadiran Sandiaga dan anggota partai di daerah pemilihan juga menerima kehadirannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Sumber: nasional.kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X