Melawan Lupa: Menggugah Kesadaran Akan Pentingnya Keselamatan Penerbangan Pasca Tragedi Pesawat di Indonesia

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Kamis, 13 April 2023 | 08:53 WIB
Kecelakaan pesawat Lion Air. ( monitor.co.id)
Kecelakaan pesawat Lion Air. ( monitor.co.id)

WartaPesona.com- Indonesia telah menjadi saksi tragedi besar dalam beberapa tahun terakhir, dengan jatuhnya beberapa pesawat yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Tragedi terbaru terjadi pada 9 Januari 2021, ketika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 62 orang.


Insiden ini menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi keluarga korban dan mengingatkan kita semua akan pentingnya keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Tangkas Hadir Lebih Dekat dengan Konsumen Melalui Showroom Baru di Depok

Sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia sangat bergantung pada transportasi udara.

Namun, keamanan dan keselamatan penerbangan seringkali menjadi masalah di Indonesia, dengan beberapa insiden tragis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.


Beberapa tragedi besar penerbangan di Indonesia yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir antara lain:

Baca Juga: Memperingati Nuzulul Quran: Menparekraf Ajak Insan Parekraf Tingkatkan Ketakwaan Melalui Al Quran


1. Tragedi Lion Air JT610 pada Oktober 2018: Pesawat Boeing 737 MAX milik Lion Air jatuh di Laut Jawa, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 189 orang.
2. Tragedi Sriwijaya Air SJ-182 pada Januari 2021: Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 62 orang.
3. Tragedi AirAsia QZ8501 pada Desember 2014: Pesawat Airbus A320 milik AirAsia jatuh di Selat Karimata, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 162 orang.
4. Tragedi Garuda Indonesia GA200 pada Maret 2007: Pesawat Boeing 737 milik Garuda Indonesia menabrak landasan di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, menewaskan 21 penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 140 orang.


Ketika tragedi penerbangan terjadi, bukan hanya korban jiwa yang menjadi korban, tetapi juga keluarga dan teman-teman mereka yang ditinggalkan.

Selain itu, hal ini juga dapat berdampak pada ekonomi dan industri penerbangan suatu negara.

Baca Juga: Sambut Malam Lailatul Qadar dengan Suka Cita


Oleh karena itu, penting untuk terus memperbaiki dan meningkatkan standar keselamatan penerbangan di Indonesia.

Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa maskapai penerbangan mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan, memperkuat pengawasan terhadap operasi penerbangan, dan meningkatkan kualitas pelatihan dan sertifikasi bagi awak pesawat.


Di sisi lain, sebagai konsumen, kita juga memiliki tanggung jawab untuk memilih maskapai yang memenuhi standar keselamatan yang tinggi dan selalu mengikuti instruksi awak kabin selama penerbangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X